Mengaku Pegawai Kejati Jatim Tipu Anggota TNI

Mengaku Pegawai Kejati Jatim Tipu Anggota TNI

suarahukum.com - Wahyu Imam SH, MH (51) asal Tanggerang Selatan ditangkap tim Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto, Selasa (23/2/2021). Pria 51 tahun ini ditangkap karena menyamar sebagai Jaksa dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim dan menipu anggota TNI AL.

Penangkapan berlangsung dipimpin oleh Kasi Intel Kejari Kota Mojokerto, Ali Prakosa di Desa Gading Kecamatann Jatirejo Kabupaten Mojokerto. "Hari ini kami Tim Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto dan Kejari Kabupaten, bersama anggota Polsek Jatirejo, menangkap Wahyu Imam di Desa Gading Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto," katanya, pada awak media.

Berdasarkan informasi awal, Jaksa gadungan ini menipu beberapa orang termasuk seorang anggota TNI AL. "Wahyu Imam mengaku sebagai jaksa yang bertugas di Kejaksaan Tinggi Jatim. Ia bermodus mengaku sebagai jaksa di Kejaksaan Tinggi, yang ‎dapat membantu mengurus perkara dan meminta uang senilai Rp 200 juta kepada korbannya," tambahnya.

Saat ditangkap, Wahyu yang berdomisili di Jalan Permata Kota Baru Driyorejo, Gresik ini terbukti membawa dan memakai atribut kejaksaan. "Tim Kejaksaan juga menyita barang bukti berupa idcard pegawai Kejaksaan Tinggi Jatim, jaket berlogo Kejaksaan RI, masker berlogo Kejaksaan," terang Ali.

Atas kejadian tersebut Ali mengimbau kepada masyarakat untuk tak mudah mempercayai oknum yang mencurigakan. "Agar masyarakat waspada terhadap oknum yang mengaku sebagai jaksa atau pegawai kejaksaan, apalagi sampai meminta uang dan menjanjikan mengurusi perkara. Karena diduga korban sudah banyak dan tersebar di wilayah jatim," pungkasnya.

Diketahui, Wahyu Imam asal Tangerang Selatan, Banten ini, ditangkap tim gabungan Intelijen Kejari kota Mojokerto dan kabupaten, Selasa (23/2/2021) sore, Wahyu ditangkap lantaran mengaku sebagai jaksa yang bertugas di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, untuk menipu dua korban yaitu Ferli Heru Basuki dan Rudi anggota TNI AL.

Selain mengaku sebagai jaksa, Wahyu juga mengaku sebagai Direktur PT. Azzahra Chinta Constrution (ACC) kepada Ferli dan mengajak kerjasama membangun Pom Bensin diwilayah Kec Pacet Mojokerto, dengan dimintai uang sebanyak Rp. 75 juta, bukan itu saja, namun Wahyu juga menjanjikan mobil lelang di Kejati Jatim, Ferli juga dimintai uang sebanyak Rp. 2,8 juta. Namun mobil tak kunjung datang.

Sementara, Wahyu menggertak Rudi anggota TNI AL bahwa namanya disebut di Pengadilan Militer, lalu Wahyu yang mengaku sebagai jaksa meminta uang kepada Rudi anggota AL sebesar Rp. 200 juta, berjanji untuk mengurusi permasalahan di Pengadilan Militer.

Atas perbuatannya, Wahyu Imam dijerat pasal 378 KUHP tentang penipuan. (Am)

Sepasang Kekasih Belia Spesialis Curanmor
Polisi Periksa Estafet Korban Cabul RS Haji