Melibatkan Artis, Bos Kosmetik Ilegal Tidak Ditahan

Melibatkan Artis, Bos Kosmetik Ilegal Tidak Ditahan

suarahukum.com - Karina Indah Lestari, bos kosmetik ilegal asal Kediri yang tertangkap Polda Jatim, ternyata tidak dilakukan penahanan. Menggunakan masker dan sweater hitam garis merah dalam persidangan, perempuan 27 tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Winarko dari Kejati Jatim dijerat UU Kesehatan.

"Terdakwa Karina Indah Lestari didakwa Pasal 197 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan," ujar JPU di diruang Kartika 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (26/6/2019).

Usai persidangan, Karina Indah Lestari yang saat dikonfirmasi alasan tidak dilakukan penahanan, ternyata ngacir sendirian keluar Pengadilan, Jalan Arjuno Surabaya.

Untuk diketahui, di Dusun Putuk Desa Banaran RT 03 RW 06 Kecamatan Kandangan Kediri, Karina Indah Lestari menjual kosmetik DSC (Derma Skin Care) Beauty tanpa izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Agar pelanggan percaya, terdakwa mengendorse beberapa artis terkenal melalui sosial media.

Saat diintrogasi, terdakwa mengaku memperoleh bahan-bahan tersebut dari Bandung dan untuk krimnya dibeli dengan harga Rp 500 ribu/kg, sedangkan potnya dibeli dengan harga Rp 10 ribu/biji.

Selanjutnya untuk bahan bedak tabur menggunakan merk produk Marcks yang diperoleh dari toko di daerah Malang dengan harga Rp 15 ribu/biji. Untuk bahan tooner menggunakan produk viva yang diperoleh dari Pasar Besar Malang dengan harga Rp 7 ribu/biji, sedangkan untuk cleaner menggunakan produk viva milk cleanser dengan harga Rp 7 ribu/biji dan untuk masker menggunakan produk dari mustika ratu dengan harga Rp 30 ribu/biji.

Kemudian untuk serum menggunakan produk RDL yang diperoleh dari daerah pasar pahing Kediri dengan harga Rp 35 ribu sampai Rp 40 ribu/biji. Untuk cream C (anti iritasi) menggunakan produk dari krim sriti yang diperoleh dari apotik di sekitar kediri dengan harga Rp 7 ribu/biji, sedangkan untuk sabun muka menggunakan sabun papaya yang diperoleh dari toko swalayan Samudera Blitar dengan harga Rp 13 ribu/biji, handbody menggunakan merk M2J yang dibeli dari Swalayan Kediri dengan harga Rp 30 ribu.

Untuk alat kesehatan berupa satu set alat infus dan obat whitening diperoleh dari Pekanbaru secara online dengan harga Rp 350 ribu/set dan untuk label atau stiker merk DSC (Derma Skin Care) Beauty diperoleh dengan cara memesan di daerah Gresik dengan harga sekitar Rp 300 ribu.

Setelah dikemas dan dipasarkan secara online melalui media sosial instagram dan Line, yang dalam pemasarannya dikerjakan oleh karyawanya yaitu saksi Jihan Sukmawardani dan saksi Ananda Novian.

Kemudian untuk mempromosikan produk DSC Beauty tersebut, terdakwa menggunakan artis dan model di instagram dengan metode endorse artis diantaranya Via Vallen, Olla Ramlan, Nia Ramadani, Mimi Peri, Dekador dan Nella Kharisma, yang pembayarannya dilakukan secara transfer ke rekening Managemen artis maupun secara langsung kepada artis tersebut. (Am)

JPU Mikir Vanessa Angel Diputus 5 Bulan Penjara
Anggota DPRD Surabaya Ditahan Korupsi Jasmas 2016