Mantan Istri Palsukan Identitas Demi Warisan Suami

Mantan Istri Palsukan Identitas Demi Warisan Suami

suarahukum.com - Ingin mendapat warisan lebih dari mantan suaminya almarhum Drs. Ir. Masduki, M.Sc, Indah Sulistiyowati pasangan menikah resmi tahun 1996, malah dijebloskan ke Rutan Medaeng oleh istri pertamanya, Yun Ari Purwanti. Terdakwa berusia 46 ini, memasuki babak sidang lantaran dianggap telah memalsukan akta penetapan waris yang isi permohonan waris tidak benar.
 
Terdakwa Indah Sulistiyowati didakwa dalam Pasal 263 ayat 2 KUHP tentang pemalsuan dokumen atau surat, kata Jaksa Wilhelmina Manuhutu, di Ruang Kartika 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (9/1/2017).
 
Dalam dakwaan No Perkara 3265/Pid.B/2016/PN SBY dijelaskan, awalnya terdakwa menikah dengan Imam Masduki di Banyuwangi. Pernikahan juga tercatat secara resmi di KUA Banyuwangi sesuai Kutipan Akta Nikah Nomor: 459/70/IX/1996, tanggal 09 September 1996. Setelah 6 tahun menjalani pernikahan dikaruniai 2 anak Yudha, Reza, terdakwa lalu mengajukan gugatan perceraraian, di Pengadilan Agama Surabaya, yang sudah putus dengan Nomor : 1288/Pdt.G/2002/PA.Sby tanggal 22 Agustus 2002, dan telah berkekuatan hukum tetap.
 
Sebelum menikah resmi dengan Indah Sulistiyowati, pemilik nama asli Drs. Ir. Masduki, M.Sc, juga menikah dengan Yun Ari Purwanti (istri pertama, red), dan dikaruniai 3 putra, yakni Lucky, Ricky dan Febi.
 
Kasus ini timbul lantaran pada tanggal 10 Juli 2011, Drs. Ir. MASDUKI, M.Sc meninggal dunia. Karena belum bercerai dengan istri pertama, harta kekayaan almarhum di Bank BCA KCU Darmo Surabaya, Bank Mandiri Basuki Rahmat, City Bank dan kekayaan lain diberikan pada ahli waris yang sah, yakni Yun Ari Purwanti. Tercatat di Kantor Kelurahan Sawunggaling Kecamatan Wonokromo, 16 February 2012 lalu.
 
Mengetahui mantan suaminya meninggal, terdakwa Indah Sulistiyowati lalu memalsukan identitas. Yakni statusnya masih kawin dengan istri pertama, dan perkawinan antara terdakwa dan almarhum memalsukan nama dengan memakai nama Imam Masduki dan telah cerai mati dengan istri bernama Kartibah.
 
Saat pengajuan Permohonan Penetapan Waris di Pengadilan Agama Surabaya, terdakwa Indah Sulistiyowati diantaranya foto copy KTP,  foto copy Akta Kematian, foto copy kartu keluarga, beserta akta lahir Yudha, Reza, Thantia, dan Dimas disertai pernyataan bermaterai. Dengan bukti yang ada, sehingga terbit Penetapan Waris Pengadilan Agama Surabaya Nomor : 0156/Pdt.P/2012/ PA.Surabaya, tgl 23 Februari 2012.
 
Dianggap Pengadilan Agama berhasil dikelabui, terdakwa lalu mengurus waris ke bank. Bank Mandiri Outlet Prioritas Basuki Rahmat Surabaya lalu melakukan pengecekan, dan setelah di cek ada dua pihak yang mengajukan pengurusan tabungan atas nama almarhum Masduki. (Am)

Layanan Pitrat Nensi Hanya Rp 350 Ribu
Joker Pub & Bar Terancam Disegel Satpol PP