Langgar Perda, Pengelola Resto Bebek Semangat Dimejahijaukan

Langgar Perda, Pengelola Resto Bebek Semangat Dimejahijaukan

suarahukum.com - Anwar salah satu pengelolah resto Bebek Semangat milik Yulius disidang oleh Hakim Tunggal Jihad Arkhanuddin, di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (7/11/2017).

Karena dianggap melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Surabaya No 23 Tahun 2012 tentang Kepariwisatawan, usaha yang berlokasi di Kusuma Bangsa No 31 Ketabang, Surabaya didend.

"Ini denda maxsimalnya lima puluh juta rupiah, gimana..?" tanya hakim, pada para pengelolah resto Bebek Semangat.

Karena keberatan, Anwar dkk mencoba menego hakim Rp 300 ribu. "Kalau segitu keberatan pak hakim, tiga ratus ribu bisanya," ucap salah satu orang pengusaha, yang juga duduk dipesakitan.

Karena pertama kalinya, akhirnya Hakim Tunggal Jihad Arkhanuddin, meminta agar pengelola membayar denda Rp 500 ribu. "Ya sudah, saya ketuk lima ratus ribu rupiah ya," pungkasnya.

Saat ditemui sarahukum.com, Anwar mengaku masih proses pengurusan. "Hanya belum ada izin pariwisatanya aja mas, dan masih proses pengurusan. Tempatnya juga masih buka, cuma dikasih tiker pelanggaran saja. Tidak disegel (ditutup)," akunya. (Am)

Pengacara Soejono Candra Sebut Jaksa Perak Ngawur
Kejari Surabaya Peringati Hari Anti Korupsi Internasional 2017