KPPU Tindak Lanjuti Tender Bermasalah

(tengah) Sukarmi didampingi Dendy R Sutrisno (kiri) dan Aru Armando (kanan)

KPPU Tindak Lanjuti Tender Bermasalah

suarahukum.com - Sejak Juli tahun 2017, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di Surabaya mendapat laporan sebanyak 2537 perkara. Dari sekian, KPPU mendapati 1708 laporan kasus tender.

Dendy R. Sutrisno Plt. Kepala Biro Hukum, Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama KPPU, pada wartawan mengaku, akan memproses laporan jika sudah mendapatkan dua alat bukti. Meski demikian, perkara yang ditangani sifatnya hanya administratif bukan ke ranah pidana.

"Dari ribuan laporan itu, 378 jadi perkara. Perkara itu lebih banyak tender, yakni 275 perkara," kata Dendy saat media gathering di KPPU Kantor Perwakilan Daerah (KPD) Surabaya, pada suarahukum, Jumat, (24/11/ 2017).

Sayang, Dendy didampingi Kepala KPPU KPD Surabaya, dan Komisioner KPPU Sukarmi, enggan merinci tender apa yang dimaksudkan. Namun, pihaknya menyatakan banyak kasus terkait pelindungan konsumen.

"Dari laporan yang kami terima dari masyarakat, disitu akan kami kaji apakah laporan itu masuk ke penyelidikan sesuai dengan kewenangan KPPU, atau kewenangan instansi lain. Bisa jadi, jika kurang alat bukti atau bukan persaingan usaha, laporan itu tidak bisa kami tindaklanjuti," ungkap Dendy.

Hal tersebut, tertuang dalam putusan MK No 85/PUU-XIV/2016 itu, frasa penyelidikan sebagaimana dalam Pasal 36 huruf c, d, h, dan i serta Pasal 41 ayat (1) dan (2) UU Larangan Praktik Monopoli Usaha bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat sepanjang tidak dimaknai dengan pengumpulan alat bukti sebagai bahan pemeriksaan (bukan sebagai tindakan projustisia).

"Dengan keputusan MK itu, KPPU lebih leluasa. Tapi kami juga lebih hati-hati jika menangani perkara, harus disertai bukti yang kuat. Karena, karakter lelang di Indonesia tidak berhenti pada proses persekongkolan horizontal, tapi juga vertical karena banyak pihak-pihak yang ikut campur di luar sana," pungkas Sukarmi. (Tok)

Ayu Sri Wulan asal Kapas Madya Baru Jual ABG
Gedung Miliaran Polrestabes Surabaya Disumbang Pengusaha