Komplotan Pencuri dan Penadah Hp Putra Wali Kota Diadili

Komplotan Pencuri dan Penadah Hp Putra Wali Kota Diadili

suarahukum.com - Kedua bandit jalanan Surabaya, yaitu Moch Imron Jalan Wisma Sido Jangkung, Surabaya, dan Ferdinad Rudolf alias Ferry (berkas terpisah) diadili lantaran terlibat kasus pencurian Handpone milik Fuad Benardi putra walikota Surabaya, Tri Risma Harini, diruang Garuda 2 Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (10/1/2018).

Dalam surat dakwaan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan dari Kejaksaan Negeri Surabaya, menjelaskan bahwa terdakwa Moch Imron mengambil barang yang bukan haknya. "Atas perbutannya terdakwa didakwa dalam pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHPidana," ucap jaksa asal Papua, yang akrab dipanggil Parlan.

Selain terdakwa Imron dan Ferry, kedua terdakwa penadah Handpone juga diadili dalam berkas terpisah. Diantaranya yaitu Fausi yang berkerja di Gedung WTC lantai II No 202 Surabaya, dan M Masturi pemilik counter Ismi cell.

Untuk diketahui, kasus ini berawal saat terdakwa Moch Imron di sms oleh terdakwa Ferdinand Rudolf (berkas terpisah) untuk mencari nafkah (mencuri). Setelah itu kedua terdakwa mencari sasaran di SPBU jalan Kayoon Surabaya. Pelaku saat itu melihat mobil Innova yang mengisi bensin dan di tinggal oleh pengemudinya saat keluar dari mobil.

Kedua terdakwa melancarkan aksinya dengan pura-pura telp, saat situasi aman, terdakwa akhirnya mengambil tas di dalam mobil. Namun apesnya kedua terdakwa ditangkap anggota Polrestabes dengan barang bukti 1 Hp, 5 buku tabungan, dengan uang tunai sebesar Rp 150 ribu. Akibat perbuatan terdakwa, korban Fuad Benardi mengalami kerugian sebesar Rp 20 Juta.(Am)

Kinerja Polsek Simokerto Dikritik Hakim PN Surabaya
Tolak Keluar Malam, Hp Pacar Dirampas