Kejaksaan Tahan Tersangka Pengadaan Kapal Rp 65 Miliar

Kejaksaan Tahan Tersangka Pengadaan Kapal Rp 65 Miliar

suarahukum.com - Dianggap melakukan Pengadaan Floating Dok yang merugikan negara Rp 65 miliar, Direktur PT A&C Trading Network PTE, LTD Singapura, Antonius Aris Saputro ditahan oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Selasa (11/12/2018) malam.

"Antonius ditetapkan sebagai tersangka dan kita lakukan penahanan," ujar Asisten pidana khusus (Aspidsus) Kejati Jatim, Didik Farkhan Alisyandi, dihalaman kantor Kejati Jatim, Jl Ahmad Yani no 54 Gayungan Surabaya.

Menurut Didik, kasus ini berawal saat PT DOK pada tahun 2015 mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp 200 miliar dan Rp 100 miliar untuk dibelikan Floating Dok. "Ternyata oleh tersangka selaku pemenang tander dibelikan bekas dari Rusia yang diproduksi sejak tahun 1973 dan usianya sudah mencapai 43 tahun. Dan itu melebihi usia kapal yang dipesankan yakni 20 tahun," lanjut Didik.

Dari nilai kontrak Rp 100 miliar, sudah dibayarkan Rp 60 miliar. Karena kapal tersebut sudah tua, sehingga kondisi keropos dan tenggelam di laut China. Sehingga negara dirugikan Rp 65 miliar (dengan kurs dolar saat ini).

Didik juga menambahkan, kapal tersebut sebenarnya juga sudah disertakan asuransi, namun nilainya jauh dari harga kapal yakni hanya Rp 1,5 miliar. Sehingga asuransi tersebut tidak bisa menutup kerugian yang dialami Negara.

Terkait pemilik kapal apakah akan dilakukan pemeriksaan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menemukan kasus ini sudah melakukan pemeriksaan pada pemilik kapal. "Namun masih terkendala masalah dokumen yang berbahasa Rusia," tambah Didik. (Am)

Kejari Surabaya Bagikan Stiker Anti Korupsi
Pengedar Sembunyian Sabu di Belakang Plat Nomer