Kejaksaan Serahkan Uang Korupsi Rp 8,2 Miliar ke Bank Jatim

Kejaksaan Serahkan Uang Korupsi Rp 8,2 Miliar ke Bank Jatim

suarahukum.com - Uang senilai Rp 8,2 miliar, yang sempat dibawah tangan Bos PT Cipta Inti Parmindo (CIP), Yudi Setiawan, akhirnya dikembalikan atau diserahkan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, kepada Bank Jatim.

Penyerahan uang itu merupakan hasil kerugian negara atas kasus korupsi di Bank. Terdakwa merupakan terpidana kasus korupsi, dengan nomor perkara 210 K/PID.SUS/2018 yang telah berkekuatan hukum tetap atau incrachk.

Dalam penyerahan uang milyaran tersebut, diserahkan langsung oleh Kajari Surabaya, Muhammad R Teguh Darmawan, SH, MH ke Dirut Bank Jatim, R Soersoso di Gedung Bank Jatim, Jl Basuki Rachmat Surabaya, Kamis (27/9/2018).

Dihadapan para wartawan, Teguh mengatakan bahwa terpidana kasus ini telah dieksekusi dan menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Permisan di Nusakambangan. “Sesuai bunyi putusannya, barang bukti dirampas untuk negara dan dikembalikan ke negara Bank Jatim. Alhamdulilah, hari ini kami bisa laksanakan pengembalian kerugian negara dari kasus ini ke Bank Jatim. Uang yang kami serahkan sebesar 8,2 miliar rupiah,” katanya, didampingi Kasipidsus Kejari Surabaya.

Menurutnya, selain uang ada hal lain yang berhasil disita yaitu beberapa barang bukti dari hasil korupsi yang dimiliki Yudi Setiawan. Barang bukti berupa 16 unit mobil dari berbagai merk dan beberapa apartemen. “Tapi tidak bisa kami serahkan sekarang, karena masih perlu proses dan mekanisme untuk dilakukan aprasial oleh KPKNL sebelum dilakukan lelang,” terang Teguh.

Diungkapkan Teguh, dalam penanganan kasus korupsi ini bukan hanya bisa memenjarakan tersangka saja, namun bagaimana bisa mengembalikan kerugian negaranya. “Namanya recovery, yang terpenting bagaimana bisa mengembalikan kerugian negaranya,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Dirut Bank Jatim R Soersoso mengapresiasi pengembalian kerugian negara kasus ini. Sangat berterima kasih kepada pihak Kejari Surabaya. “Kami sangat berterima kasih pada Pak Kajari Surabaya. pengembalian kerugian negara ini bisa menutup segala kerugian yang sudah terjadi pada kasus ini. Tentunya dengan pengembalian kerugian negara ini akan kembali menyehatkan Bank Jatim,” ujar R Soersoso, para Wankum Surabaya.

Menurut Soeroso, kasus ini menjadi guru terbaik untuk merubah sistim maupun SDM di Bank Jatim. “Agar tidak terjadi kasus-kasus seperti ini, kami sudah melakukan perubahan dengan menyekolahkan para SDM Bank Jatim serta bekerjasama dengan Kejaksaan diseluruh Jatim untuk memberikan pengetahuan tentang pencegahan dan bahaya tindak pidana korupsi,” tutupnya.

Diketahui, kasus korupsi ini sempat menghebohkan Jawa Timur. Kasus ini bermula dari kredit macet di Bank Jatim cabang HR Muhammad dan telah menghantar beberapa pejabat Bank Jatim sebagai tersangka. Beberapa tersangka dari pihak swasta termasuk Yudi Setiawan.(Am)

Penculik Balita Menangis Dipersidangan
Ibu 10 Anak Ini Mencopet di Car free Day Darmo