Kejaksaan Belum Juga Eksekusi Kasmu

Kasmu di DPRD Bangkalan, Madura, Rabu (22/11/2017).

Kejaksaan Belum Juga Eksekusi Kasmu

suarahukum.com - Meskipun putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) menetapkan Aldi Alfarisi alias Kasmu, harus ditahan karena kasus pencabuan anak dibawah umur, hingga saat ini pihak kejaksaan belum juga menahannya. Karena belum juga dieksekusi, tidak heran jika pria 41 tahun ini masih bebas berkeliaran, bahkan disuarakan berani memimpin rapat banggar di DPRD Bangkalan, Madura, Rabu (22/11/2017).

“Kok bisa ya (Kasmu) tidak ditahan. Padahal gedung DPRD Bangkalan bersebrangan dengan kejaksaan. Disengaja atau kenapa itu?” tanya sumber suarahukum.com heran.

Masih bebasnya Kasmu, menurut orang dekatnya yang enggan dionlinekan, mengaku semua telah ditata agar tidak ada penahanan. “Sudah ditata, tenang saja,” terangnya jika Kasmu saat ini masih merancang mengajukan PK, karena belia dibawah umur berinisial LCD (saat itu diklaim sebagai anak tiri, red) telah dinikahinya.

Sementara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rakhmad Hari Basuki dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur yang menyidangkan kasus ini mengaku, untuk mengeksekusi Kasmu harus berkoordinasi dengan Kejasakan Negeri (Kejari) Surabaya. “Tak koordinasi sama pihak Kejari Surabaya,” akunya beberapa waktu lalu

Terpisah, pada wartawan Kajari Surabaya Rd Mohammad Teguh Darmawan melalui Kasi Pidum Kejari Surabaya Didik Adyatmoko menyatakan belum perlu menerbitkan surat daftar pencarian orang (DPO), mengingat putusan MA masih berjalan 6 bulan. “Belum perlu,” singkatnya, Senin (4/12/2017).

BACA JUGA: Ini Bunyi Putusan MA Kasmu

Seperti diketahui, Kasmu ditangkap Tim Cobra Subdit II Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim di Hotel Oval, Surabaya, pada Senin (2/2/2015) malam. Saat ditangkap, Kamsu sedang berduaan di dalam kamar bersama anak dibawah umur berinisial LCD.

Tak hanya itu, polisi juga menemukan pelanggaran lain, yakni pemalsuan identitas. Dalam hal ini polisi menemukan dua KTP dengan foto yang sama. Satu atas nama Kasmu dan yang lain atas nama Aldi Alfarisi. Dari pemeriksaan terungkap bahwa anak 16 tahun itu ternyata sudah beberapa kali diajak berhubungan intim di hotel tersebut. (Am)

Djarwo & Nonik Dibebaskan, Pengacara Bingung Putusan Hakim
Makelar Limbah PT Lewind & PT Adiprima Suraprinta Diadili