Kasus Prona, Lurah Mujianto Ditahan

Kasus Prona, Lurah Mujianto Ditahan

suarahukum.com - Usai di rilis oleh Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung, Perak Surabaya, Mujianto selaku lurah di Tanah Kali Kedinding, Surabaya ini, langsung dikeler dan dilimpahkan ke Kejari Tanjung Perak Surabaya. Mujianto terjerat dalam kasus pungli kepengurusan Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) di wilayah Kelurahan Tanah Kedinding, Kenjeran Surabaya.

Dalam pelimpahan tahap II di Kejari Perak, Mujianto tidak sendiri melainkan bersama Jonathan Suwandono selaku kordinator Badan Kesewasdayaan Masyarakat (BKM). "Para pemohon setiap pemilik bidang tanah dibebani biaya, seharusnya program itu gratis namun oleh keduanya yang di tetapkan tersangka, dibebani biaya sebesar Rp 7 juta ke 150 warga yang mengurus sertifikat prona. Padahal secara aturan, pengurusan sertifikat prona di BPN Surabaya tersebut tidak dipungut biaya alias gratis. Saat ini, keduanya sudah ditetapkan tersangka, dan kami tahan," terang Kasi Inte Kejari Tanjung Perak, Surabaya, Lingga, Kamis (4/5/2017).

Adapun Barang bukti yang diamankan pihak kepolisian diantaranya, Foto copy Legalisir Sertifikat milik peserta Prona, kwitansi pembayaran yang ditanda tangani oleh staf BKM, copy laporan keuangan dan copy SK penunjukan sebagai pelaksana Prona tahun 2014.

Tersangka membentuk kelompok masyarakat sebagai panitia. Dan para pemohon setiap pemilik bidang tanah dibebani biaya, seharusnya program itu gratis namun oleh kedua tersangka setiap bidang tanah dibebani biaya sebesar Rp 3.750.000 sampai dengan Rp 4.100.000 juta, terkadang sampai Rp 7 juta.

Jika ditotal pungli itu terkumpul sekitar sebesar Rp 600 juta untuk sertifikasi masal 150 bidang tanah yang ada di wilayarah kelurahan tersebut .

Akibat perbuatannya, Kedua tersangka dijerat melanggar Pasal 12 huruf e UU No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP. (Am)

Kapolrestabes Surabaya Segera Proses PNS Satpol PP Cabul
Koruptor Gedung Pangkalan PLP Akhirnya Ditangkap