Kasus Penadah Emas, Kapolres: Sudah P21 Bukan SP3

Kasus Penadah Emas, Kapolres: Sudah P21 Bukan SP3

suarahukum.com - Haji Budi (62) tersangka penadah emas curian yang tertangkap Polsek Semampir, Agustus 2018 lalu, oleh Kapolres Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKBP Antonius Agus Rahmanto, disebut hasil penyidikan sudah lengkap (P-21).

Tersangka warga Jalan Wonokusumo Gang Damai Surabaya, pemilik toko emas ‘Budi Jaya’, menurut AKBP Antonius Agus Rahmanto, berkas sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak Surabaya.

"Saya jelaskan, itu kasus masih lanjut dan sudah P-21, boleh dicek ke Jaksanya," tegas AKBP Antonius Agus Rahmanto, kepada suarahukum.com, Rabu (13/3/2019).

Menurut Kapolres, tersangka Haji Budi bukan dilepas, seperti yang selama ini jadi pergunjingan pedagang di Pasar Wonukusumo. "Karena tersangka ini sakit diabetes dan ada riwayat sakitnya, waktu itu (tersangka) dibantarkan. Dibantarkan itu bukan dilepas," terangnya.

BERITA TERKAIT: Penadah Emas Curian Dirilis “Pamer” Akik

Karena sakitnya semakin parah (komplikasi), Kapolres menyebut, sudah berkoordinasi dengan Jaksa. "Karena P21 kewajiban kita untuk menyerahkan tersangka dan barang bukti, namun walaupun kita sudah kordinasi sama Jaksa, pihak Jaksa juga tidak mau beresiko kalau dalam keadaan sakit dibantarkan. Akhirnya kami tangguhkan, tapi kasusnya jalan bukan di SP3, itu sudah P21 kasusnya," jelasnya, setiap tersangka mempunyai hak yang harus dipenuhi untuk kesembuhan, apabila tersangka mengalami sakit.

"Dalam keadaan sakit, kalau diperiksa itu tidak bisa. Dan Jaksanya sudah minta kalau memang sakit jangan di tahap duakan dulu. Lha kita kan juga ada batasnya, engga mungkin kita tahan terus tersangkanya," urai Kapores.

Kapolres menambahkan, rugi jika kasus seperti Kaji Budi jadi bahan pemberitaan. Sebab, selama ini ia sudah melakukan branding bagus Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. "Selama ini saya membranding, sudah mulai bagus. Saya engga main-main, (anggota nakal) pasti ditindak tegas,"akunya.

Branding yang dilakukan Kapolres salah satunya dengan cara membuat beberapa program, diantaranya Polres Tanjung Perak ‘Jemput Bola’ Layanan SPKT Pintu ke Pintu, membuat Aplikasi SOS Perak Bisa, salah satu aplikasi yang disusun agar masyarakat dapat menyalurkan informasi yang sifatnya darurat.

"Bila ada anggota yang bermain-main, tidak segan-segan saya menindak dan memprosesnya melalui Propam," tambah Kapolres.

BARITA TERKAIT: Polsek Semampir Lepas Penadah Rp 100 Juta?

Seperti diketahui, karena mencuri emas milik Siti Cholifah warga Jalan Tenggumung Karya Lor Tengah Surabaya bernilai Rp 90 juta, terdakwa Yuli Isnawati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Parlin Manullang dituntut hukuman 5 tahun penjara. Alasan tuntutan karena terdakwa melanggar Pasal 363 Ayat 2 KUHP jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.

Oleh terdakwa emas dijual kepada Budi dengan harga Rp 40 juta. Meski penadah emas telah tertangkap dan dijerat Pasal 480 KUHP tentang penadah hasil curian, dalam dakwaan primer JPU No 2817/Pid.B/2018/PN Sby, Budi masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). (Am)

Jaksa Tuntut Terdakwa Jimmy’s Club 3 Bulan Penjara
DPO Dalam Dakwaan, Jaksa Ancam Penjarakan Penadah Emas Curian