Kajari Pamekasan & Bupati Ditangkap, "Pagar" Kejati Jatim Ditutup

Kajari Pamekasan & Bupati Ditangkap, "Pagar" Kejati Jatim Ditutup

suarahukum.com - Kepala Kejari Pamekasan terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Anehnya pasca operasi tangkap tangan itu, kantor Kejati Jatim langsung tertutup untuk wartawan.

Usai melakukan operasi tangkap tangan, KPK langsung menetapkan tersangka diantaranya, Rudi Indra Prasetya (Kajari Pamekasan), Achmad Syafii (Bupati Pamekasan), Sucipto Utomo (Kepala Inspektorat Kabupaten Pamekasan), Agus Mulyadi (Kades Dasuk), Noer Solehhoddin (Kabag Administrasi Inspektorat Kabupaten Pamekasan). Kelimanya ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus suap Alokasi Dana Desa (ADD) Pamekasan tahun anggaran 2015-2016.

Dari pantauan terlihat sejumlah awak media sejak pagi telah mendatangi kantor Kejati Jatim yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Surabaya. Namun saat sejumlah wartawan hendak masuk ke gedung Kejati Jatim untuk melakukan peliputan, tiba-tiba petugas keamanan langsung melarangnya. “Perintah dari pimpinan mas,” kata petugas keamanan kepada para wartawan, Kamis (3/8/2017).

Anehnya, petugas keamanan justru mengarahkan para awak media ke kantin yang berlokasi berdekatan dengan lahan parkir gedung Kejati Jatim. Sejumlah awak media pun sempat mengeluhkan penutupan akses pintu masuk menuju kantor Kejati Jatim.

Sampai berita ini diturunkan, belum diketahui alasan Kejati Jatim ‘menutup pintu’ kantor Kejati Jatim untuk para wartawan. Upaya konfirmasi terkait hal tersebut ke Richard Marpaung, Kasipenkum Kejati Jatim juga belum mendapat respon.

Operasi tangkap tangan terhadap Kajari Pamekasan dkk dilakukan KPK pada Rabu (2/8/2017) kemarin. Dari operasi tangkap tangan itu, lembaga anti rasuah ini berhasil menyita barang bukti uang suap sebesar Rp 250 juta yang diterima Kajari Pamekasan. (Am)

Bahan Baku Produk Pabrik Kasa Husada dari Limbah?
Izin Lingkungan PT Kasa Husada Wira Jatim Disoal Walhi