JPU Sebut Gilang Bungkus Perkuat Dakwaan ITE

JPU Sebut Gilang Bungkus Perkuat Dakwaan ITE

suarahukum.com - Gilang Aprilian Nugraha Pratama (22) asal Kapuas Kalimantan Tengah, diadili oleh Ketua Majelis Hakim Kusaini, diruang Sari 3 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (4/11/2020) secara online dan tertutup.

Didalam berkas dakwaan, terdakwa didakwa Pasal 45 ayat (4) jo Pasal 27 ayat (4) UU No. 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas UU No 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Dipersidangan beragenda saksi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Gede Willy Pramana dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, manghadirkan 2 saksi yaitu M. Fikri Sunandar dan Royan Gagas Pradana asal Banyumas Jawa Tengah.

Usai sidang, Jaksa I Gede Willy Pramana menerangkan keterangan saksi didalam sidang. "Tadi dua orang saksi dari Banyumas Jawa tengah. Fikri dan Royan," terangnya.

JPU juga mengatakan bahwa semua yang dikatakan saksi, yang intinya menguatkan dakwaan. "Dari keterangan para saksi, hanya menguatkan dakwaan. Dan terdakwa membenarkan keterangan saksi," tambanya.

Selain itu, JPU I Gede Willy Pramana mengungkapkan, bahwa terdakwa mengirimkan whatsaap ke handphone Fikri, dalam whatsaap terdakwa menyatakan bahwa kalau saksi Fikri tidak melakukan yang terdakwa minta maka penyakit fetishnya akan kambuh, bahkan bisa bunuh diri. “Makanya saksi-saksi menuruti apa yang diminta Terdakwa. Dua saksi ini juga termasuk korban,” pungkasnya.

Diketahui, terdakwa Gilang Aprilian Nugraha pada hari Minggu Tanggal 26 Juli 2020 sekira jam 17.00 wib bertempat di rumah saksi Royan Gagas Pradana terletak di Jalan Sawangan RT 3/RW 1, Kec Kebasen, Kab Banyumas Jawa Tengah. Saai itu berawal, pada hari Sabtu Tanggal 25 Juli 2020, terdakwa menghubungi saksi M. Fikri Sunandar melalui whatsapp dan menjelaskan sedang melakukan riset untuk menulis prosa yang menceritakan seseorang yang dibungkus hingga keluar bentuk emosinya seperti gugup, takut, menangis, dan lainnya, setelah menjelaskan hal tersebut terdakwa, selanjutnya meminta saksi Fikri untuk melakukan adegan tersebut, namun Fikri yang merasa takut langsung menolak untuk melakukan adegan tersebut, adapun selanjutnya terdakwa kembali membujuk Fikri untuk bersedia melakukan adegan yang diminta.

Akhirnya bersedia untuk melakukan adegan yang diminta dengan meminta Fikri mengajak 1 orang temannya untuk membantu melakukan adegan pembungkusan, Fikripun mengajak Royan untuk membantu adegan pembungkusan tersebut. Selanjutnya pada hari Minggu Tanggal 26 Juli 2020 sekira jam 09.55 wib terdakwa menyuruh Fikri untuk melaksanakan adegan pembungkusan bertempat di rumah Royan yang terletak di J. Sawangan RT 3/RW 1, Kec Kebasen, Kab Banyumas Jawa Tengah. Adapun terdakwa memandu Royan untuk membungkus Fikri menggunakan 2 buah lakban, 3 lembar kain jarik, dan tali rafia melalui pesan whatsapp yang disertai gambar dan video badan seseorang yang sedang dibungkus kain, selanjutnya sekira jam 11.00 wib Fikri meminta berhenti karena merasa takut, setelah itu terdakwa langsung menghubungi Royan untuk menyuruh melanjutkan kembali adegan pembungkusan terhadap Fikri dengan mengikuti instruksi dari terdakwa dan Fikri menyanggupinya.

Kemudian Royan kembali melakukan pembungkusan kepada Fikri hingga sampai jam 13.07 wib, dan setelah melakukan pembungkusan terhadap Fikri, Royan pun langsung mengambil foto Fikri keadaan terbungkus kain.

Foto tersebut dikirimkan kepada terdakwa, setelah itu terdakwa juga meminta Royan untuk melakukan adegan pembungkusan tersebut dan disetujui oleh Royan, selanjutnya sekira jam 15.02 wib terdakwa memandu Fikri untuk membungkus Royan menggunakan 2 buah lakban, 3 lembar kain jarik, dan tali rafia melalui pesan whatsapp yang disertai gambar dan video badan seseorang yang sedang dibungkus kain, namun sekira jam 17.00 wib Royan meminta untuk menghentikan adegan pembungkusan karena merasa sesak nafas dan haus.

Namun terdakwa mendesak Fikri untuk tetap melakukan adegan pembungkusan dengan mengirimkan teks pesan whatsapp kepada Fikri yaitu “kalau vertigo mas kambuh gimana, dan mas kambuh lalu bunuh diri”, selanjutnya “Ga bisa dek, sudah kesepakatan, dampaknya akan besar kalau ini ga sesuai kesepakatan”, dan “Mas bisa meledak sikapnya dek, penyakit mas kambuh, dan mas bisa tuntut terus, mas ga bercanda, mas ga mau itu semua terjadi”.

Kemudian Fikri yang tidak memiliki pilihan lain karena khawatir terhadap sikap dan perkataan terdakwa melalui pesan whatsapp, akhirnya menyelesaikan adegan pembungkusan terhadap Royan dan mengambil foto dan video Royan yang dalam keadaan terbungkus, setelah itu foto dan video adegan pembungkusan yang dilakukan dikirimkan kepada terdakwa. (Am)

Cemburu Ribut Bacok Pedagang Mangga Dua
Advokat Masbuhin Sebut Pieter Talaway Tendensius