JPU Kejari Surabaya Tuntut Ringan Terdakwa Sabu

JPU Kejari Surabaya Tuntut Ringan Terdakwa Sabu

suarahukum.com - M Sulthon Eldiansyah, pemilik 1 poket sabu harga Rp 400 ribu oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suwarti dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, dijerat Pasal 127 Ayat (1) huruf a UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Karena hanya melanggar pasal tersebut, oleh JPU Suwarti, terdakwa hanya dituntut 1 tahun 6 bulan penjara. "Itu barang buktinya pipet kaca saja, tidak ada isinya (sabu)," dalih Jaksa Suwarti, saat ditemui suarahukum.com di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (12/3/2020).

Didalam sidang tuntutan, pada Selasa (25/2/2020), JPU Menyatakan barang bukti berupa, 1 buah pipet kaca yang terdapat kristal dengan berat total keseuluhannya 1,32 gram yang diduga sabu-sabu (berat netto 0,007 gram), 1 buah sekrop plastik, 1 buah korek api, dirampas untuk dimusnahkan

Pada selanjutnya, terdakwa M Sulthon dijatuhi pidana penjara selama 1 tahun penjara oleh Ketua Majelis Hakim Slamet Suripto, diruang Kartika 1 PN Surabaya, Selasa (3/3/2020).

Diketahui, dalam dakwaan nomor perkara 344/Pid.Sus/2020/PN Sby, terdakwa Sulthon didakwa dalam Pasal 112 Ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Sulthon sendiri tertangkap di Jl Babatan Wiyung Surabaya hari Kamis tanggal 28 Nopember 2019 sekira pukul 17:00 Wib, dibulan Nopember tahun 2019. Terdakwa mengaku membeli sabu kepada Muhammad Ali Usman dengan harga Rp 400 ribu

Setelah menerima sabu, terdakwa mengkonsumsinya dengan menggunakan seperangkat alat hisab yang terdapat 1 buah pipet kaca yang didalamnya terdapat serbut krista warna putih. Namun usai mengonsumsi dan masih terdapat sisa sabu, tidak lama datang saksi Sri Ismanto dan saksi Eko Prasetyo, SH (anggota polisi) yang sebelumnya juga melakukan penangkapan terhadap Dedik Ariyanto. (Am)

Kakek Cabul Kasimoen Diganjar 5 Tahun
KLHK Bongkar Kayu Ilegal Sumsel - Jambi