Jaksa Persoalkan Vonis Bebas Advokat Yudi Wibowo Sukinto

Advokat Yudi Wibowo Sukinto

Jaksa Persoalkan Vonis Bebas Advokat Yudi Wibowo Sukinto

suarahukum.com - Yudi Wibowo Sukinto, advokat yang dipolisikan Guru Fisika SMP Giki 1 Surabaya, Saul Krisdiono, akhirnya bernafas lega saat Ketua Majelis Hakim Jihad Arkhaudin membebaskan tuntutan Jaksa Marsandi, dengan hukuman 10 bulan penjara.

Bebasnya advokat Yudi lantaran hakim mengganggap perbuatan terhadap korban Saul kadaluarsa alias memewati tenggang waktu sesuai Pasal 74 ayat 1 KUHP.

Sesuai pasal (Pasal 74 ayat 1 KUHP.) tersebut, batas waktu laporan terhitung 6 bulan sejak kejadian apabila korban berdomisili di dalam negeri dan 9 bulan apabila korban berada di luar negeri. Sedangkan laporan korban baru dilaporkan sekitar 7 bulan lebih dari kejadian. Menyatakan dakwaan jaksa tidak bisa diterima, mengembalikan kedudukan harkat martabat terdakwa seperti semula. Maka terdakwa Yudi Wibowo Sukinto dibebaskan, Membebankan biaya perkara kepada negara, ujar Hakim Jihad, saat sidang berlangsung di ruang Candra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (27/12/2016) kemarin.

Mendengar hal tersebut terdakwa langsung menerimannya. Tidak dengan Jaksa Marsandi, pihaknya berencana melakukan upaya hukum lain, sebelumnya akan berkordinasi dengan pimpinannya.

Menurut Marsandi, keputusan hakim Jihad abu-abu dan tidak terdapat unsur ketegasan.Jika Pasal 74 KUHP yang dijadikan acuan pertimbangan hakim, seharusnya hal itu masuk ke ranah materi praperadilan yang sebelumnya ditolak oleh majelis hakim itu sendiri. Seharusnya majelis hakim juga harus bisa memilah-milah. Kalau memang dakwaan tidak bisa diterima ya seharusnya saat putusan praperadilan sebelumnya dong, ini sudah masuk pokok materi, harusnya ada dua putusan terbukti bersalah atau tidak terbukti, kesalnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Suarahukum.com Terdakwa Yudi Wibowo Sukinto mengaku putusan hakim tersebut adalah hal yang wajar. Tanggapan saya atas putusan tersebut biasa-biasa saja. Saya menyadari berprofesi sebagai  advokat bisa saja dilaporkan orang, tapi tadi terbukti laporannya sudah kadaluarsa sesuai aturan KUHP. Nanti saya pikirkan, saya akan gugat perdata minta kerugian. Dilaporkan balik pidana juga bisa, tapi saya pikirkan dulu, saya masih sibuk, akunya.

Untuk diketahui diberkas dakwaan, terdakwa dinilai telah terbukti melakukan tindak pidana fitnah dan pencemaran nama baik terhadap Saul, dan melalui surat yang dikirim ke berbagai instansi yang isinya mengatakan bahwa Saul adalah preman yang pernah dihukum 2 tahun dan tak layak menjadi tenaga pendidik.

Berdasarkan laporan Polisi No STTLP/855/B/V/2014/Jatim/RESTABES SBY tanggal 28 Mei 2014, Yudi dilaporkan oleh Guri SMP Giki Saul Krisdiono karena menuding Saul terlibat kasus pidana dan telah dihukum dua tahun penjara.

Surat tersebut dikirim ke berbagai instansi oleh advokat Yudi. Merasa tidak pernah melakukan seperti yang dituliskan Yudi di suratnya, Saul kemudian melaporkan kasus ini ke Polrestabes Surabaya karena merasa menjadi korban fitnah Yudi sehingga nama baiknya sebagai guru tercemar.

Penyidik Polrestabes Surabaya kemudian menetapkan Yudi sebagai tersangka, namun Yudi tidak diterima dan akhirnya mengajukan gugatan Praperadilan ke PN Surabaya.

Namun gugatan praperadilan tersebut ditolak oleh hakim, hingga akhirnya laporan tersebut diteruskan hingga digelarnya persidangan. (Am)

Polisi, Jaksa & Hakim Tidak Kompak Menyoal Kendaraan Selundupan
Dituntut 6 Tahun, Hakim Rehabilitasi Wakil Gerindra Surabaya