Jaksa Kejati Jatim Palak Tenaga Honorer Wisata Religi Jolotundo

Jaksa Kejati Jatim Palak Tenaga Honorer Wisata Religi Jolotundo

suarahukum.com - Akhmad Khoirul, Jaksa fungsional Bid Intelijen Kejati Jatim ditangkap petugas gabungan dari Polres Kabupaten Mojokerto dan Kejari Kabupaten Mojokerto. Penangkapan dilakukan lantaran, Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini melakukan pemalakan terhadap M. Syamson Violorensa (20) tenaga honorer Wisata Religi Jolotundo, rawas, Mojokerto.

Tidak sendiri, aksi pemalakan Akhmad Khoirul dilakukan bersama oknum LSM Hari Cipto Wiyono (52) warga Mojo 1 Gubeng Kota Surabaya dan Ishaq Wahyullah (47) warga jln KH. Mas Mansur Gang 1a Nyamplungan Surabaya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Barung Manurung pada suarahukum.com membenarkan hal tersebut. Menurutnya, ketiga pelaku sudah diamankan di Polres Kabupaten Mojokerto. "Pelaku dari oknum Kejati Jatim dan oknum LSM sudah diamankan," katanya, Senin (5/2/2018).

Sebelum ditangkap, dijelaskan Barung, ketiga pelaku melakukan pengecekan kecurangan penjualan tiket kepada pengunjung wisata Religi Jolotundo, Mojokerto. Pelaku lalu memaksa korban Syamson masuk mobil dan dibawa keliling seputar wilayah Mojokerto- Sidoarjo. Pelaku saat itu meminta uang sebanyak Rp 75 Juta. Karena korban tidak mampu, akhirnya disepakati Rp 35 juta.

Uang Rp 35 juta dibayarkan bertahap. Pertama korban membayar Rp 3 juta, sisanya dibayar saat penangkapan dilakukan Polres Kabupaten Mojokerto dan Kejari Kabupaten Mojokerto. "Mendapatkan Laporan dari korban pada hari Minggu (4/2/2018) aparat gabungan menangkap ketiga pelaku setelah menerima uang sebanyak Rp 10 Juta dari korban," terangnya, masih mendalami terkait kasus kecurangan tiket untuk pengunjung.

Untuk sementara barang bukti yang disita yakni, 6 bendel karcis masuk wisata Jolotundo berseta uang tunai Rp.612.000 hasil penjualan tiket dan uang tunai Rp 11.900.000 dari tangan pelaku, 4 unit HP dan satu mobil Mitsubishi Kuda.

Atas perbuatan pelaku dikenakan pasal 368 KUHP tentang dugaan tindak pidana pemerasan dengan ancaman pidana 9 tahun. (Tok)

Minta Dibebaskan, Hendri Sutiono Malah Dihukum 7 Tahun Penjara
Disebut Bayar Rp 4 Juta, Yunus Dilepas Polsek Simokerto