Izin Lingkungan PT Kasa Husada Wira Jatim Disoal Walhi

Izin Lingkungan PT Kasa Husada Wira Jatim Disoal Walhi

suarahukum.com - Semua produk yang dikelola PT Kasa Husada Wira Jatim, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jawa Timur, selain Sterilisasi dan ISO9001:2008 dipertanyakan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), juga mensangksikan izin pengolahan lingkungan hidup.

Mantan Direktur Eksekutif Walhi Jatim Ony Mahardika, pada suarahukum.com mengaku, jika semua produk yang dihasilkan oleh PT Kasa Husada Wira Jatim berasal dari limbah pabrik benang, bukan dari petani kapas, perusahaan harus memiliki izin pengolahan lingkungan hidup. “Iya harus, karena dia (PT Kasa Husada Wira Jatim) sudah mengelola limbah. Harus ada izinnya,” terangnya, Rabu (2/8/2017).

Menurutnya, termasuk pembuangan limbah, IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah), semua yang pernah ditemukan saat sidak beberapa tahun lalu telah dilaporkan ke Badan Lingkungan Hidup (BLH) Jatim. Namun, karena dalam pemerintahan yang sama, seolah laporan sirna tak kunjung respon.

“Sebenarnya kita mendorong Dinas Lingkungan Hidup (BLH Jatim) soal pengelolahan limbah. Sampai hari ini kenapa sepertinya tidak bergerak sama sekali. Kita mau mendorong bagaimana? Harusnya itu dilaporkan tingkat Kementrian Lingkungan Hidup (KLH),” papar Ony.

Mendapati semua produk sudah di jual ke konsumen, Ony menyebut jika itu sudah tindakan yang melanggar Undang Undang No. 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. “Yang jelas itu menyalahi aturan. Apalagi barang-barang tidak menjamin kualitasnya. Itu kriminalnya,” jelas pria yang saat ini menjabat di Walhi Nasional sebagai Manajer Kampanye Pesisir, Laut dan Pulau Kecil.

BACA JUGA: Bahan Baku Produk Pabrik Kasa Husada dari Limbah?

Sementara, atas kebenarannya, hingga saat ini, Direktur Utama PT Kasa Husada Wira Jatim, Agung Rusmiadi dihubungi melalui nomer selularnya memilih diam. Begitu juga Direktur Pemasaran Yunan Arif Setyawan, juga belum berkomentar. (Hyu/Am)

Kajari Pamekasan & Bupati Ditangkap, "Pagar" Kejati Jatim Ditutup
Pembunuh Taksi Online Pasar Larangan Disidang