IPW: Bangun Mako Reskrim Pakai Uang Pribadi itu Korupsi

IPW: Bangun Mako Reskrim Pakai Uang Pribadi itu Korupsi

suarahukum.com, SURABAYA - Setelah AKP Muhammad Aldy Sulaiman menyampaikan pada suuarahukum.com, membangun Markas Komando (Mako) Reskrim Pelabuhan Tanjung Perak dengan dana pribadi senilai Rp 300 juta, ditanggapi serius oleh Komisioner Indonesian Police Watch (IPW), Johnson Panjaitan SH.

 
"Kalau mambangun menggunakan uang pribadi, itu tidak boleh, itu namanya korupsi. seperti Jenderal Djoko Susilo, yang membangun gedung Kepolisian di Jakarta. Makanya dia disebut, bapak pembangunan," kata Jonson pada suarahukum.com, Rabu kemarin (30/10/2014).
 
Siapakah Inspektur Jenderal Bintang Dua Djoko Susilo? sebelum divonis bersalah dengan hukuman 10 tahun penjara, mantan Kepala Korps Lalu Lintas Mabes Polri ini dikenal sebagai bapak pembangunan. Bagaimana tidak, dengan kekayaannya berdalih uang pribadi, Djoko Susilo dikenal membangun bangunan megah dimana ia menjabat. Dari manakah sumber uangnya? Pastinya Djoko Susilo masuk penjara dalam perkara korupsi dan pencucian uang terkait pengadaaan alat simulator di Korlantas Polri.
 
Seperti halnya Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKP Muhammad Aldy Sulaiman, dikatakan, selalu membuat terobosan baru saat pindah dinas. "Dimanapun saya berdinas, saya selalu melakukan renovasi seperti ini. Baik di Bengkulu, maupun di Malang, tujuannya supaya image atau pandangan masyarakat terhadap kantor Polisi yang seram, menjadi berkurang. Untuk itu, saya renovasi agar para pelapor ataupun masyarakat yang datang merasa tidak seperti di kantor Polisi, tapi seperti perkantoran biasa. Kalau kantor nyaman, psikology para anggota baik, pasti perlakuan anggota terhadap para pelapor ataupun saksi akan baik pula," dalihnya pada suarahukum.com, Senin (15/9/2014) lalu.
 
Dijelaskan sebelumnya pada suarahukum.com, AKP Muhammad Aldy Sulaiman, sudah membangun Mako Reskrim Pelabuhan Tanjung Perak sebagian besar dengan dana pribadinya. "Untuk merenovasi gedung menghabiskan uang sekitar Rp 300 juta," akunya. (Hyu/MM)

2 Kali Ditangkap, Direktur PT ATJ "Kebal Hukum"
Tahanan Mobil Box Polrestabes Tewas Bunuh Diri