Ibrahim Hafizhuddin Terima Paket Ganja dari JNE

Diganjar Hakim 5 Tahun 6 Bulan

Ibrahim Hafizhuddin Terima Paket Ganja dari JNE

suarahukum.com - Beli narkotika jenis ganja di media sosial (medsos) dan dikirim melalui JNE, terdakwa Muhammad Ibrahim Hafizhuddin Warga Mojo Klanggru, Gubeng
Surabaya divonis 5 tahun 6 bulan penjara, Senin (11/10/2021) kemarin.

"Menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa Ibrahim selama 5 tahun dan 6 bulan serta denda Rp 1 miliar subsidiair 2 bulan kurungan," Ketua Majelis Hakim Johanes di ruang Candra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, secara online.

Putusan tersebut, Majelis menilai bahwa terdakwa terbukti pasal 114 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Mendengar putusan hakim, terdakwa menerimanya. Putusan hakim tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darwis dari Kejari Surabaya, yang pada sebelumnya menuntut selama 7 tahun penjara.

Diketahui, kronologinya berawal, Ibrahim pada hari Selasa 23 Maret 2021, membeli ganja melalui online di Instagram (Ig). Ganja tersebut dibeli dari akun dengan username @djtmko seharga Rp 1,2 juta. Cara pembayaran melalui transfer.

Terdakwa lalu memberikan alamat tujuan dengan penerima atas nama Putri (nama samaran) dengan alamat Jl. Mojo Klanggru Lor No.64A Kecamatan Gubeng Kota Surabaya Jawa Timur dengan nomor Hand Phone 085904497046 atas nama Maden (DPO).

Kemudian terdakwa menerima resi atau bukti pengiriman paket JNE dari penjual ganja tersebut melalui browser internet dengan tujuan agar terdakwa bisa mengetahui keberadaaan paket tersebut.

Pada Selasa 30 Maret 2021, terdakwa mengecek keberadaan paket ganja tersebut melalui tracking JNE dan terdakwa mengetahui kalau paket ganja tersebut sudah berada di Surabaya. Lalu pada 31 Maret 2021, terdakwa mengecek kembali paketnya melalui tracking JNE.

Selanjutnya pada Kamis 1 April 2021, sekira pukul 12.30, terdakwa bertemu dengan Maden di daerah Manyar Surabaya. Sekira pukul 13.00, Maden dihubungi oleh pihak JNE yang akan mengantar paket ganja tersebut.

Terdakwa lalu mengenalkan dirinya dengan nama Baim. Selanjutnya terdakwa meminta pihak JNE agar paket tersebut diantar ke SPBU Jl. Darma Husada Kelurahan Mojo Kecamatan Gubeng Kota Surabaya.

Setelah terdakwa menerima paket ganja tersebut, kemudian terdakwa ditangkap oleh petugas kepolisian dari Direktorat Narkotika Bareskrim Polri. (Am)

Usaha Minuman Beralkohol Dwi Sucahyati Mokong
Pengacara Adukan Penyidik ke Mabes Polri