Humas Pengadilan: Debt Collector Dapat Dipidanakan

Humas Pengadilan: Debt Collector Dapat Dipidanakan

suarahukum.com - Karena adanya masyarakat yang belum banyak mengetahui prosedur Finance, Humas Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Sigit Sutriono angkat bicara. Dengan banyaknya, para Debt Collector yang terus merajalela dijalananan, Sigit menyarakan kan agar masyarakat lapor undang-undang Konsumen.

"Debt colektor banyak dipidanakan karena caranya yang salah, seharusnya dia menunjukan Identitasnya sebelum menarik (barang) dari debitur. Seperti identitas, surat kuasa dari PT, dan minimal juga ada surat copyan perjanjian awal (Debitur dan Finace)," katanya, pada Suarahukum.com diruang kerjanya, Senin (23/7/2018).

Namun menurutnya, perjanjian awal debitur dengan Finance akan gugur, apabila bertentangan dengan 3 hal yaitu undang-undang, Keasusilaan dan ketertiban. "Walupun ada perjanjian, kalo bertentangan dengan Undang-undang (konsumen). Maka perjanjiannya itu tidak sah. Kalau benturnya dengan UU konsumen, lha..!! itu pengadilan yang menetukan," tambahnya.

Selain itu, Sigit juga memperbolehkan Finace melalui pihak ketiga (debtkolektor) menarik barang tersebut, namun harus diketahui oleh Debiturnya. Dan apabila debitur merasa tidak terima segera laporkan UU tentang Konsumen. "Ya silahkan lapor undang-undang konsumen saja gak apa-apa.Nantikan arahnya tetap dipengadilan," pungkasnya. (Am)

Ratusan Warga Perak Siap Bakar Rumah
Dianggap Gelapkan Uang, Bambang Poerniawan Dituntut 2 Tahun