Hotman Paris Anggap Komisaris Empire Palace tak Beretika

Hotman Paris Anggap Komisaris Empire Palace tak Beretika

suarahukum.com - Gunawan Angka Wijaya, yang melaporkan istrinya sendiri Tri Sulowati alias Chincin ke Polrestabes Surabaya, tentang Pasal 367 ayat 2 KUHP, jo 363 ayat 1 ke 3 KUHP, atau Pasal 376 KUHP jo Pasal 374 KUHP, tentang pidana pencurian dalam kalangan keluarga hingga penggelapan, dua kali mangkir dipersidangan, yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Hotman Paris Hutapea, yang membela Chincin mengaku kecewa atas tidak hadirnya pelapor suaminya sendiri. Pihaknya menganggap, Gunawan  tidak serius dan tidak memiliki etika baik. "Disini jaksa (Sumantri) harus bertindak tegas," kata Hotpan, Rabu (25/1/2017).

Informasi yang ada, alasan tidak hadir di persidangan dengan Ketua Majelis Hakim, Unggul Warsomukti lantaran pelapor Gunawan sakit. Namun, alasan tersebut tidak diterima kuasa hukum terlapor Chincin. "Kemarin (saat sidang perceraian, 24/1/2016) ada wartawan ketemu dia, dan ngobrol bareng waktu sidang penceraian. Kenapa sekarang kok gak datang?" tanya Hotman.

Menurut Hotman, terjadi banyak kejanggalan yang dialami oleh kliennya. Salah satunya, Jaksa Sumantri yang dianggap terlalu cepat mem-P21 (pemberitahuan bahwa hasil penyidikan sudah lengkap) kasus Chincin. "Tadi kita sempat protes sama majelis, gak mungkin jaksa rajin buat P21 kurang dari 2 hari. Kalau tidak ada apa-apanya," paparnya.

BACA JUGA: Komisaris Empire Palace Medaengkan Istrinya

Tidak hanya dari pihak kejaksaan, Hotman menilai saat pemeriksaan di Polrestabes Surabaya, penyidik bermain-main dalam menyidik kliennya. Bahkan, permainan ini dianggap tidak cantik.

Tidak terima dengan semua ini, Hotman melaporkan balik Gunawan ke Polda Jatim, Selasa (24/1/2017). Bahkan, Chincin juga melaporkan enam temannya, diantaranya pengacara Edward Suharto Joyo Santoso, pengacara Teguh Suharto Utomo, notaries Rahmat Suharto alias Steven Roy, purnawirawan Budi Santoso, dan Soegiarto Angka Widjaja.

Pelaporan tersebut mengenai Pasal 266 KUHP, tentang keterangan palsu dalam akta otentik di PT Blauran Cahaya Mulya (BCM) atau Empire Palace dan PT Dipta Wimala Bahagia (DWB). Alasannya, akibat keterangan palsu, kedua perusahaan yang telah dibangun bersama mengalami kerugian hingga triliuan.

Sementara, Teguh Suharto Utomo pengacara Gunawan belum dapat dikonfirmasi. "Saya masih di Jakarta," dalihnya.

Seperti diketahui, tragedy rumah tangga ini dipicu Gunawan melaporkan Chincin ke polisi. Pelaporan tidak lain, lantaran Chincin dianggap telah menilap uang perusahaan hingga Rp 8,5 miliar. (Am)

 

Pedagang Lontong Mie Simpan Sabu 43,37 Gram
Simpan Sabu 0,29 Gram Dituntut 7 Tahun Penjara