Hakim Putus Terdakwa Sabu 1 Tahun

Hakim Putus Terdakwa Sabu 1 Tahun

suarahukum.com - Satria Pakrti (30) dan Nur Dicky Ashari (21) warga asal Sidoarjo, seteah dituntut Jaksa Suparlan dengan hukuman 1 tahun 6 bulan, akhirnya oleh Ketua Majelis Hakim Jan Manopo diputus 1 tahun penjara.

"Menjatuhkan hukuman 1 tahun penjara terhadap masing-masing terdakwa," ucap hakim Jan Manopo, diruang Candra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (16/7/2017).

Atas putusan ringan tersebut keduanya menyatakan menerima, dan hendak berdiri lalu tanda tangan. "Saya terima pak," singkat masing-masing terdakwa.

Diketahui dalam dakwaan, berawal saat adanya laporan masyarakat yang menyebutkan bahwa sering adanya penyalahgunaan narkotika di daerah Medaeng, Sidoarjo. Atas laporan itu, polisi lantas melakukan penyelidikan selama empat hari.

Lalu, pada tanggal 1 Maret 2017, terdakwa mengendarai sepeda motor menuju ke Surabaya. Polisi yang terus mengintai, membuntuti kedua terdakwa. Saat kedua terdakwa berhenti di depan Apotik di Jalan Donokerto Surabaya, polisi langsung menangkap keduanya. Saat dilakukan penggeledahan polisi menemukan sabu seberat 0,36 gram. Sabu diakui terdakwa dari bandar yang akrab disapa Cak, warga kawasan Jalan Kunti Surabaya, dengan cara patungan (Pat-pat) Rp 100 ribu.

Dalam sidang tersebut, kedua terdakwa pun kompak mengaku bahwa barang haram tersebut untuk dipakainya sendiri. Yang dibeli dengan harga Rp 200 ribu.

Kedua terdakwa dijerat pasal 112 ayat 1 jo pasal 132 ayat 1 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Selain itu, kedua terdakwa juga dijerat dengan pasal rehabilitasi sesuai pasal 127 ayat 1 huruf a UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. (Am)

Akibat Cemburu, Tri Setyawati Dipenjara
Dosen FKG Unair Sebut Dakwaan Jaksa Kabur