Hakim Minta Empire Palace di Nonaktifkan

Hakim Minta Empire Palace di Nonaktifkan

suarahukum.com - Ketua Majelis Hakim Maxi, akhirnya membekukan atau menonaktifkan aktivitas Gedung The Empire Palace, yang bertempat di Jl Blauran Surabaya. Permintaan ini disampaiakan saat sidang putusan sela dan putusan provisi, sidang gugatan perdata Trisulowati alias Chin Chin terhadap suaminya Gunawan Angka Widjaja terkait aset PT Blauran Cahaya Mulia (BCM).

“Putusan ini berlaku sejak dibacakan. Artinya aset dibekukan, salah satunya Empire Palace itu tidak boleh ada aktifitas apapun, termasuk disewakan,” kata Maxi Sigarlaki, di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (9/8/2017) kemarin.

Hakim mengancam, jika Empire Palace diaktifkan, makan tergugat didenda. “Apabila nantinya tidak diindahkan atau melanggar, ada aset digunakan ataupun difungsikan, maka tergugat akan dikenai wajib membayar denda sebesar Rp 50 (lima puluh juta) per hari,” tambahnya..

Untuk diketahui, kasus gugatan ini berawal ketika Chin Chin dilaporkan Gunawan atas tindak pidana penggelepan dan pencurian dokumen PT BCM. Chin Chin akhirnya masuk dalam tahanan Rutan Klas I Surabaya.

Namun, tidak berjalan lama. Karena ketiga anak Chin Chin tidak berkenan tinggal bersama Gunawan sebagai orang tuanya, Chin Chin mengajukan penangguhan penahanan dan dikabulkan oleh hakim. Sehingga statusnya menjadi tahanan kota.

Saat menjadi tahanan kota, Chin Chin melakukan gugatan di Pengadilan Negeri Surabaya terhadap Gunawan Angka Widjaja dan aset PT BCM. Dasar gugatan perdata ini karena aset PT BCM itu sebelumnya dikelola bersama oleh Chin Chin dan Gunawan sebagai pasangan suami istri. (Am)

Jaksa Suparlan Bagi-bagi Rejeki Tuntutan Rehabilitasi?
Mantan Sipir Lapas Depok Terjerat Sindikat Sabu 2,2 Kg