Hakim Heran Penjual Miras Pembawa Maut Tidak Tersangka

Hakim Heran Penjual Miras Pembawa Maut Tidak Tersangka

suarahukum.com - Peracik minuman keras (miras) oplosan, Soedi (54) warga Bulak Setro Utara, Kecamatan Bulak, Kenjeran, Surabaya disidang oleh Ketua Majelis Hakim R Anton, diruang Sari 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (4/12/2018).

Dalam sidang tersebut menghadirkan beberapa saksi, termasuk Kusman (59) warga Oro-oro Gang 1 No 26, Pacarkeling, Tambaksari dan Gatot Subandridjo (47) warga Pacar Kembang 3, Tambaksari Surabaya, sebagai penjual.

Karena penjual miras oplosan tidak ditahan dan dijadikan tersangka oleh pihak Kejari Tanjung Perak Surabaya, hakim bertanya pada saksi Kusman. "Kamu kan penjual, kok enggak ikut ditahan," tanya hakim, pada saksi, dengan heran. "Iya majelis," singkat Kusman.

BACA JUGA: Miras Tambaksari Membawa Petaka

Diketahui dalam dakwaan, Soedi mendistribusikan miras oplosan ke Kusman dan Gatot. Karena ingin mendapat untung ratusan ribu, Kusman dan Gatot. Menjual kembali. Tak disangka, miras oplosan tersebut membawa maut.

Korban tewas yakni Pramuji Arianto (49), Wahyudi (52) dan Samsul Hidayat (38) warga Pacarkeling IV, Tambaksari, Surabaya. Sedangkan korban dalam perawatan serius diantaranya Sulaiman (50), Goenadi (53) keduanya warga Pacarkeling Surabaya dan Wimpie Hartono (38) warga Jalan Belahan Surabaya.

Dikepolisian pelaku penjual dan pembuat miras ditetapkan sebagai tersangka. Namun sayang, setelah sampai Kejari Tanjung Perak Surabaya, kedua penjual tidak ditahan, yang ditahan hanya pembuat miras.

Jaksa Ririn Indrawati, SH lalu mendakwa terdaka Pasal 204 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (Am)

Pengedar Sabu Tertangkap di Jalan Tol Surabaya-Porong
Bos Rasa Sayang Group Dimedaengkan