Hak Jawab Kurator Rudy Indrajaya & Permintaan Maaf suarahukum.com

(kiri) Wahyu Permono (tengah) Imam Wahyudi & M. Ridlo Eisy (kanan) Rudy Indrajaya

Hak Jawab Kurator Rudy Indrajaya & Permintaan Maaf suarahukum.com

Sehubungan berita suarahukum.com, berjudul "Gelapkan Rp 23 Miliar, Kurator Ruddy Indrajaya Tidak Ditahan" (diunggah pada senin, 6 oktober 2014, pukul 02.52 Wib), dengan ini kami sampaikan, hak jawab sebagai berikut.

 
Selama pemeriksaan saya, Rudy Indrajaya, SH, MH, di Polda Jatim, atas laporan Polisi No LPB/620/V/2014/UM/SPK dengan pelapor Intellipack Limited dan Allience Investment Ltd (AAI), SAYA TIDAK PERNAH DIPERIKSA SEBAGAI TERSANGKA JADI TIDAK MUNGKIN ADA PENAHANAN dan atas laporan Polisi tersebut, telah diterbitkan penghentian penyidikan (SP3) oleh Polda Jatim.
 
Sebagai Kurator yang diangkat Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, dalam perkara kepailitan, PT Sido Bangun Plastic Factory, telah terdapat gugatan yang diputus Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, No 11/Plw.Pailit/2013/PN.Niaga SBY Jo 31/PAILIT/2011/PN Niaga Surabaya (inkracht).
 
Dalam putusan tersebut telah dengan tegas dinyatakan pelelangan yang saya laksanakan telah sesuai dengan ketentuan Pasal 185 UU Kepailitan dan PKPU dan harga yang diperoleh dari pelelangan tersebut, telah mencerminkan harga obyektif atas barang-barang pada saat lelang terjadi. Saya melaksanakan lelang berulang-ulang melalui KPNKL Malang yaitu sebanyak 4 kali, supaya mendapatkan nilai yang tinggi bahkan harta pailit yang lain (tanah bangunan) saya mengulang lelang sampai sebanyak 13 kali.
 
Dalam melaksanakan seluruh proses penanganan kepailitan saya sangat sangat berhati-hati dan profesional, demikian juga pada saat pelaksanaan lelang, selalu berdasar pada penetapan harta pailit yang ditetapkan oleh hakim pada tanggal 11 Juli 2012 bukan serta merta melelang barang milik pihak lain secara sembarangan.
 
Putusan yang menjadi dasar atau kliam dari Intellipack Limited dan Allience Investment Ltd (AAI), baru muncul tanggal 25 Juli 2013 setalah pelaksanaan lelang terjadi yaitu pelaksaan lelang tanggal 13 April 2013;
 
Sedangkan hasil penjualan lelang akan dibagikan kepada kreditur yang berhak sesuai undang-undang, bukan untuk dimiliki oleh saya selaku Kurator, OLEH KARENANYA TEGASKAN, SAYA RUDY INDRAJAYA SH, MH, TIDAK PERNAH MENGGELAPKAN BARANG MAUPUN HASIL LELANG seperti yang telah diberitakan oleh suarahukum.com berjudul Gelapkan Rp 23 Miliar, Kurator Ruddy Indrajaya Tidak Ditahan.
 
Demikian hak jawab ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya, saya ucapkan terimakasih.
 
Surabaya, 3 Februari 2016
Hormat Saya,
 
 
RUDY INDRAJAYA SH., MH.
 
Perlu diketahui, dengan pemuatan berita berjudul "Gelapkan Rp 23 Miliar, Kurator Ruddy Indrajaya Tidak Ditahan", Rudy Indrajaya melakukan pengaduan pada Dewan Pers, 31 Agustus 2015.
 
Bertempat di Hotel Weta International, Jalan Gentengkali, Surabaya, Senin (1/2/2016), Dewan Pers menilai suarahukum.com melanggar Pasal 1 dan 3 Kode Etik Jurnalistik (KEJ) karena tidak akurat, tidak uji informasi (verifikasi), tidak berimbang dan beropini menghakimi.
 
Dalam kesempatan yang sama, Pengadu (Rudy Indrajaya) dan teradu (suarahukum.com) menerima penilaian Dewan Pers tersebut dan menyepakati proses penyeselaian secara damai, disaksikan oleh Ketua Komisi Pengaduan Dewan Pers, M. Ridlo Eisy beserta Wakilnya, Imam Wahyudi.
 
Dengan demikian, atas pemberitaan yang sudah merugikan nama Rudy Indrajaya, suarahukum.com meminta maaf kepada saudara Rudy Indrajaya dan masyarakat luas agar nama baiknya pulih kembali. (Red)

Paur Samsat Kenjeran Cuek Anggotanya Melanggar Peraturan
Harga Prostitusi Online Rp 1 Juta - Rp 1,5 Juta