Hajar Ibu Kandung Akbar Mewek Dihukum 1 Tahun

Hajar Ibu Kandung Akbar Mewek Dihukum 1 Tahun

suarahukum.com - Surga ditelapak kaki ibu, namun pepatah tersebut tidak dipahami oleh Akbar Permana Putra (24) pemuda asal Pesapen Barat 6 Surabaya ini aniaya ibu kandungnya yaitu Sri Winarni hingga babak belur.

Akibat perbuatannya, oleh Ketua Majelis Hakim R. Anton Widyopriyono dipersidangan Akbar divonis 1 tahun penjara. "Mengadili, menjatuhkan hukuman pidana selama 1 tahun penjara. Terhadap terdakwa Akbar Permana Putra, dan dipotong selama berada dalam tahanan," ujar hakim, diruang Tirta 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (2/10/2019).

Selain menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa, hakim Anton juga menasehatnya. "Jangan seperti itu, itu ibumu yang melahirkanmu. Itu surgamu, mulai dalam kandungan hingga saat ini, apakah bisa kamu membalas air susunya. Ini masih hukuman dunia, tapi diakhirat nanti tetap masih diperhitungkan dosa-dosamu," pungkasnya.

Mendengar nasehat hakim, terdakwa menyatakan menerima putusan tersebut tertunduk dan hanya menangis tersedu-sedu.

Putusan hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andiem, yang pada sebelumnya menuntut hukuman 1,5 tahun penjara. Jaksa Andiem dipersidangan sebagai jaksa pengganti Didik Yudha dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak, Surabaya.

Sementara, saat ditemui suarahukum.com ibu kandung terdakwa yaitu Sri Winarni mengaku sudah maafkan anaknya. "Saya sudah maafkan anak saya. Saya berharap anaknya dihukum ringan," ucapnya.

Diketahui dalam dakwaan, berawal terdakwa datang di rumah Pesapen Barat 6 Surabaya menemui korban Sri Winarni agar membantu mencarikan anak dan istrinya. Karena tidak tau keberadaan anak dan istri terdakwa, dijawab tidak tau. Ternyata jawaban itu tidak memusaskan sehingga Akbar Permana Putra marah dan menghajar ibunya Sri Winarni, Rabu 1 Mei 2019.

Atas perbuatannya, terdakwa dijerat Pasal 44 ayat (1) UU No 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga. (Am)

Pembunuh Tukang AC Dituntut 10 Tahun Penjara
Catatan Ketua Umum DPP IPHI Rahmat Santoso