Guru Cabul Santri Dihukum Berbeda

Guru Cabul Santri Dihukum Berbeda

suarahukum.com - Ketua Majelis Hakim Harijanto akhirnya memvonis terdakwa cabul Achmad Syaifi (36) dan Muhammad Sunarto (35) dengan hukuman berbeda. Hakim dan Jaksa menilai, kedua terdakwa melanggar Pasal 81 ayat 1 UU Perlindungan Anak.

Achmad Syaifi diputus dengan hukuman 8 tahun 8 bulan, sedangkan Muhammad Sunarto dihukuman dengan 5 tahun 6 bulan. “Kedua terdakwa juga dikenai denda Rp 100 juta. Jika tidak dibayar akan dikenai hukuman selama 2 bulan penjara,” kata Harijanto di ruang Kartika 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (20/2/2018).

Mendengar putusan hakim, Jaksa Darwis yang sebelumnya menuntut terdakwa Achmad Syaifi dengan 13 tahun penjara, dan Muhammad Sunarto dengan 8 kurungan penjara menyatakan menerima putusan.

Seperti diketahui, kedua terdakwa ditangkap oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya karena sudah mencabuli 7 orang anak didiknya saat sedang diajar mengaji. Pada polisi, Achmad Syaifi juga merupakan tenaga kontrak Satpol PP Pemkot Surabaya ini melakukan cabul sebanyak tujuh kali, dan temannya, Sunarto hanya melakukan sekali. (Tok)

Pemilik Merica Oplosan Cap Dua Lombok Disidang
Kasus Sabu 3,773 Gram, Anggota Polsek Sukomanunggal Direhab