Gerakan Putra Daerah Pantau Kasus Cen Liang

Henry Jocosity Gunawan alias Cen Liang saat dibawa ke Rutan Medaeng, Kamis (10/8/2017).

Gerakan Putra Daerah Pantau Kasus Cen Liang

suarahukum.com - Penanganan kasus penipuan dan penggelapan bernilai Rp 4,5 miliar yang menjerat Henry Jocosity Gunawan alias Cen Liang sebagai tersangka atas laporan notaris Carolin Constantina Kalampung ternyata jadi sorotan tersendiri terhadap organisasi kemasyarakatan Gerakan Putra Daerah (GPD). Pasalnya, Direktur Utama PT Gala Bumi Perkasa (GBP) ini terkenal licin.

BACA JUGA: Bos PT Gala Bumi Perkasa Henry J Gunawan Ditahan

“Kita akan monitor kasus ini. Apalagi ada informasi saat berada di pengadilan, pengacara Henry minta hakim menangguhkan penahanan Henry. KY (Komisi Yudisial) harus memantau kasus ini. Karena nama Henry tidak asing dimata hukum," kata Koordinator Lapangan GPD, Drs E.C Amiruddin Siddik, pada wartawan, di PN Surabaya, Selasa (15/8/2017).

Dimaksud tidak asing dimata hukum, pria yang akrab disapa Udin membeberkan, tahun 2013 nama Henry dikenal oleh pedagang Pasar Turi telah diduga menggelapkan uang (investasi) Rp 8,5 juta terhadap 3.600 pedagang Pasar Turi. Kasus tersebut pada tahun 2015 dibawa ke Polda Jatim.

Henry lalu ditetapkan sebagai tersangka penipuan dan penggelapan oleh Kepolisian Daerah Jawa Timur. Penertapan tersangka berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) ke-4 Nomor: B /228/SP2HP-4/II/2016/Ditreskrimum, tertanggal 19 Februari 2016, yang ditandatangani AKBP Awan Hariono SH, Sik, MH, selaku Plt Wadir a/n Direskrimum Polda Jatim.

Tidak terima, PT Gala Bumi Perkasa pada Mei 2015 melaporkan Tri Rismaharini ke Polda Jatim. Risma sempat ditetapkan tersangka atas laporan itu. Namun Kepolisian Daerah Jawa Timur mengeluarkan SP3 sekitar Oktober 2015.

Kasus Pasar Turi Surabaya ini kembali bergulir. Henry Jocosity Gunawan, diperiksa Bareskrim Mabes Polri di Polda Jatim, Rabu (1/2/2017) lalu. (Am)

Gelapkan 42 HP, Hakim Hukum Terdakwa 5 Bulan Penjara
Pungli Pelindo, Augusto Hutapea Dituntut 2 Tahun