Gelapkan Uang Perusahaan, Satu Keluarga Digugat dan Dipidanakan

Direktur PT Kedungsari Multipack, Dian Eko Rahardjo didampingi kuasa hukumnya Onny Farid Priambada, Selasa (7/11/2017).

Gelapkan Uang Perusahaan, Satu Keluarga Digugat dan Dipidanakan

suarahukum.com - Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga, itulah kiasan yang pantas ditujukan pada Jeanny Tirajo, Warga Bratang Binangun VI No 7 Surabaya. Perempuan yang dipercaya menjabat sebagai Sekretaris dan Bendahara di PT Kedungsari Multipack ini nekat mencuri dan menggelapakan uang perusahan senilai Rp 8 miliar.

Aksi itu tidak dilakukan sendiri, Jeanny dibantu Andrew Komal (suami) dan Lussy Tirajo (ibu dari Jeany). Kini, mereka pun terancam miskin, lantaran, satu keluarga ini digugat perdata ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya oleh Direktur PT Kedungsari Multipack, Dian Eko Rahardjo.

Direktur PT Kedungsari Multipack, Dian Eko Rahardjo pada wartawan mengaku, aksi pencurian dan penggelapan uang perusahaan itu dilakukan Jeanny secara periodik, yakni sepanjang 2012 hingga 2017. "Modusnya dengan menambah angka nominal yang ada pada Bilyet Giro (BG) tagihan yang sudah ditanda tangani penggugat," terangnya didampini kuasa hukumnya Onny Farid Priambada, sambil menunjukkan bukti-bukti.

Tidak hanya diancam miskin, Direktur PT Kedungsari Multipack juga melaporkan kasus ini ke Polda Jatim. "Saya juga sudah melaporkan perbuatan mereka ke Polda Jatim, dengan tanda bukti lapor Nomor : LPB/1111/IX/2017/UM/Jatim, tanggal 9 September 2017," terangnya di PN Surabaya, Selasa (7/11/2017).

Perlu diketahui, kelakuan Jeanny mulai terbongkar saat dirinya mencairkan cek PT Kedungsari Multipack ke My Bank. Saat itu Jeanny mengajukan cek pembayaran vendor ke penggugat sebesar Rp 40 juta, tapi saat dicairkan Jeanny menambah angka nominal di cek tersebut menjadi Rp 140 juta.

Mengetahui hal tersebut, pihak perusahaan lalu melakukan audit, dengan menghitung jumlah tagihan dan uang yang telah dikeluarkan perusahaan. Meski Jeanny berbelit-belit, menyangkal nilai uang yang diembatnya, Jeanny lalu hanya mengaku mengambil uang perusahaan Rp 2,4 miliar. (Am)

Truk Limbah B3 Diamankan Polrestabes Surabaya
Bupati & Wakil Bupati Sumenep Diperiksa Kejati Jatim