Gedung Miliaran Polrestabes Surabaya Disumbang Pengusaha

Gedung Miliaran Polrestabes Surabaya Disumbang Pengusaha

suarahukum.com - Gedung Bhara Daksa, Gedung SPKT dan SKCK, serta e-Gate Command Center Polrestabes Surabaya yang pernah dibongkar, kirini dibangun lagi. Anggarannya pun tidak sedikit yang dikeluarkan, sekitar Rp 5 miliar. Uang tersebut bukan dari dana pemerintah, melainkan disumbang dari beberapa pengusaha di Surabaya.

Menurut Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Lily Djafar, dalam pembangunan tempat dinasnya hanya sebagai pelaksana. "Polrestabes hanya pelaksanaan saja", katanya pada suarahukum.com, Kamis (23/11/2017) kemarin saat peresmian gedung oleh Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin.

Masih Lily, meskipun pembangunan disumbang pengusaha, namun gedung Polrestabes Surabaya masih tetap milik negara. "Pembangunan Gedung Graha Bhara Daksa, SPKT dan Command Center di Polrestabes Surabaya bisa menjadi Rule Model bagi kepolisian, serta Memberikan mewujudkan pelayanan polisi kepada masyarakat" pungkasnya.

Tidak kali ini saja, tahun 2012, saat pembangunan Barak ‘Adem’ Dalmas Sat Sabhara Polrestabes Surabaya, juga disumbang beberapa pengusaha dan perusahaan, antara lain, PT Maspion, PT Santos Jaya Abadi, PT Tjiwi Kimia, PT Samator, PT Pondok Candra Indah, PT Surya Timur Sakti, PT Prosam Plano, PT Ciputra Surya, Totok Lucida, Ridwan Soegijanto Harjono.

BACA JUGA: IPW: Bangun Mako Reskrim Pakai Uang Pribadi itu Korupsi

Diduga, tidak ingin dikatakan seperti mantan Inspektur Jenderal Djoko Susilo, terpidana kasus pengadaan proyek simulator ujian SIM yang ditangkap KPK 2013 lalu, juga dikenal sebagai The Rising Star, yang pandai menggalang dana taktis untuk keperluan Polri yang tidak dianggarkan dalam APBN, Polrestabes Surabaya tahun 2017 menyiasati membangun gedung barang bukti menggunakan dana APBN, dengan nilai HPS Rp 419.520.000. (Tok/foto: Int)

KPPU Tindak Lanjuti Tender Bermasalah
STNK Digadaikan, Motor Disita Polisi