Gananta Benarkan Lepas 14 Tersangka Judi Ayam

Gananta Benarkan Lepas 14 Tersangka Judi Ayam

suarahukum.com - Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Iptu M Gananta mewakili Kapolres AKBP Ganis Setyaningrum membenarkan telah mengeluarkan 14 tersangka judi ayam yang digerebek saat di Jalan Tenggumung Wetan Kecamatan Semampir, Kota Surabaya, Minggu (11/10/2020) kemarin.

Mantan Kanit Regindent Satlantas Polresta Sidoarjo ini menyebut, 14 tersangka judi ayam tidak dilepas begitu saja, namun ada penangguhan. "Kalau ditangguhkan ya dikeluarkan (dilepas). Ada ta kalau ditangguhkan didalam penjara?" kata Gananta, kepada suarahukum.com, Kamis (15/10/2020).

Menurut Gananta, walaupun 14 orang tersebut dikeluarkan dalam penangguhan, para penjudi ayam tersebut tetap menjalani proses hukuman yang berlanjut. Pihaknya menyebut, secepatnya Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) akan dikirim di Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak Surabaya.

"Itu ditangguhkan saja dan proses tetap lanjut. Untuk SPDPnya, kalau tidak hari ini, ya besok kita kirim ke Kejaksaan. Tapi saya cek dulu," terang Gunanta.

Sementara, saat disinggung adanya uang jaminan penangguhan Rp 50 juta atas keluarnya 14 orang tersangka judi ayam tersebut, Gananta langsung membantah. "Mari kita klarifikasi, narasumbernya mana? Anggota yang minta siapa? Kalau ada saya keluarkan sekarang," bantahnya.

Untuk diketahui, setelah pamer tangkapannya kepada wartawan, atas keberhasilan gerebek judi ayam di Jalan Tenggumung Wetan Gang 6 Surabaya, 14 tersangka dilepas begitu saja, Senin (12/10/2020). Mereka adalah ALX, FAW, MD, MJ, AR, MI, CC, WS, MM, KKS, GTS, ERP, TK, MY.

Lepasnya para tersangka diduga kuat ada jaminan paketan uang Rp 50 juta. Hal itu diakui salah satu tersangka ALX saat berkokok kepada narasumber suarahukum.com. "14 orang itu semuanya Rp 50 juta," katanya.

Sumber menyebut, yang mengurus keluarnya para tersangka yaitu, salah satu keluarga penjudi yang akrab disapa Lani. "Coba tanya penyidiknya saja, benar atau tidak," tambahnya.

Selain para penjudi, polisi juga mengamankan barang bukti berupa 18 ekor ayam jago, 1 buah jam dinding, 1 buah ring keber spon, 46 lembar kupon antrian dan ang tunai sebesar Rp 6.059.000.

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 303 KUHP Subs 303 Bis KUHP jo UU RI No 7 tahun 1974 tentang Perjudian. "Ancaman hukumannya maksimal 10 tahun penjara," jelas AKBP Ganis Setyaningrum, mantan penyidik yang mengundurkan diri dari Komisi Pemberantasan Korupsi tahun 2012 lalu. (Am)

Benarkah 14 Penjudi Ayam Semampir Dilepas?
Kejaksaan Terima SPDP 14 Penjudi Ayam Semampir