DPO Dalam Dakwaan, Jaksa Ancam Penjarakan Penadah Emas Curian

DPO Dalam Dakwaan, Jaksa Ancam Penjarakan Penadah Emas Curian

suarahukum.com - Tidak ingin jadi sorotan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak Surabaya, I Gede Willy Pramana, ancam akan penjarakan penadah emas curian, Kaji Budi, pemilik toko emas ‘Budi Jaya’ yang tinggal di Jalan Wonokusumo Gang Damai Surabaya.

"Pasti saya tahan, biar engga menganggu kasus lain. Karena nanti takut kasus yang lain terbengkalai di Pengadilan," akunya kepada suarahukum.com, diruang kerjanya, Kamis (14/3/2019).

Pernyataan tersebut disampaikan, karena dianggap tersangka yang sudah sejak Agustus 2018 ditangkap, tidak diserahkan oleh pihak Kepolisian. "Kalau engga koperatif malah aku juga yang repot mas. Pasti akan saya tahan mas," tegasnya.

Menurut JPU yang akrab disapa Willy, selama ini tersangka tidak ditahan oleh Kepolisian karena punya riwayat sakit jantung. "Ada riwayat medisnya," tambahnya, kasus penadah emas curian sudah P21, belum pelimpahan tahap dua.

Sebelumnya, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKBP Antonius Agus Rahmanto menyebut, berkas penadah emas belum dikirim ke Kejaksaan lantaran kondisi tersangka. "Karena tersangka ini sakit diabetes dan ada riwayat sakitnya, waktu itu (tersangka) dibantarkan. Dibantarkan itu bukan dilepas," terangnya, Rabu (13/3/2019) kemarin.

Karena sakitnya semakin parah (komplikasi), Kapolres menyebut, sudah berkoordinasi dengan Jaksa. "Karena P21 kewajiban kita untuk menyerahkan tersangka dan barang bukti, namun walaupun kita sudah kordinasi sama Jaksa, pihak Jaksa juga tidak mau beresiko kalau dalam keadaan sakit dibantarkan. Akhirnya kami tangguhkan, tapi kasusnya jalan bukan di SP3, itu sudah P21 kasusnya," jelasnya, setiap tersangka mempunyai hak yang harus dipenuhi untuk kesembuhan, apabila tersangka mengalami sakit.

"Dalam keadaan sakit, kalau diperiksa itu tidak bisa. Dan Jaksanya sudah minta kalau memang sakit jangan di tahap duakan dulu. Lha kita kan juga ada batasnya, engga mungkin kita tahan terus tersangkanya," urai Kapores.

Seperti diketahui, karena mencuri emas milik Siti Cholifah warga Jalan Tenggumung Karya Lor Tengah Surabaya bernilai Rp 90 juta, terdakwa Yuli Isnawati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Parlin Manullang dituntut hukuman 5 tahun penjara. Alasan tuntutan karena terdakwa melanggar Pasal 363 Ayat 2 KUHP jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.

Oleh terdakwa emas dijual kepada Budi dengan harga Rp 40 juta. Meski penadah emas telah tertangkap dan dijerat Pasal 480 KUHP tentang penadah hasil curian, dalam dakwaan primer JPU No 2817/Pid.B/2018/PN Sby, Budi masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). (Am)

Kasus Penadah Emas, Kapolres: Sudah P21 Bukan SP3
Penadah Emas Mengendap, Kapolsek Semampir: Insya Allah Secepatnya