Divonis Rehab, Terdakwa Sabu Berterimaksih ke JPU Adhiem Widigdo

Divonis Rehab, Terdakwa Sabu Berterimaksih ke JPU Adhiem Widigdo

suarahukum.com - Mustakim (33) dan Gugus Suprianto (38) kedua warga Pakal Surabaya ini oleh Ketua Majelis Hakim Rochmad, yang terjerat kasus sabu-sabu hanya divonis 2 tahun rehabitasi dalam penjara.

"Kamu diputus 2 tahun penjara, terima pikir-pikir atau banding," ujar hakim Rochmad, tanya kedua terdakw, di Ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (28/3/2019).

Menimpali pertanyaan hakim, kedua terdakwa langsung mengamini. "Terima majelis," ucap masing-masing terdakwa, terlihat tangis terharu dan langsung menyalami Jaksa Penuntut Umum (JPU) Adhiem Widigdo dari Kejari Tanjung Perak, Surabaya.

Atas putusan tersebut hakim menilai bahwa keduanya melanggar Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Anehnya, meskipun JPU Adhiem Widigdo telah menuntut 7,5 tahun denda Rp 800 juta subsider 6 bulan kurungan, saat itu tidak banding, melainkan hanya menyatakan pikir-pikir. "Tadi saya kaget, hakim (kok) putus segitu. Saya pikir-pikir mas," dalihnya.

Dapat sorotan media, Mustakim salah satu terdakwa mengatakan pada suarahukum.com, agar sidang putusan rehabiitasi tersebut jangan diberitakan. "Tolong jangan di expos mas," ucapnya.

Mustakim dan Gugus Suprianto ditangkap polisi karena menyimpan pipet sisa sabu 1,29 gram beserta alat hisapnya, dan sabu 0,27 gram tersimpan dalam klip plastik. Kedua terdakwa mengaku, sabu dibeli dari Dani (DPO) dengan cara patungan, Sabtu 27 Oktober 2018

Akibatnya perbuatannya, keduanya didakwa Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) dan Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. (Am)

Pengedar Pil Koplo Manukan Divonis 22 Bulan Penjara
WNA Amerika Serikat Divonis 4 Tahun 2 Bulan