Dituntut 6 Tahun, Hakim Rehabilitasi Wakil Gerindra Surabaya

Dituntut 6 Tahun, Hakim Rehabilitasi Wakil Gerindra Surabaya

suarahukum.com - Galih Wirabumi, putra Bagiyo Fandi Sutadi anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, bersama Bramantyo Dwi Aribowo, keduanya terdakwa narkotika, pada akhirnya oleh Ketua Majelis Hakim Sigit Sutriono, divonis 1 tahun 4 bulan penjara.

Menjatuhkan hukuman selama 1 tahun, 4 bulan rehabilitas di Rs Dr Soetomo Surabaya, tegas Hakim Sigit Sutriono, di Ruang Kartika 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (29/12/2016) lalu.

Selain hukuman ringan yang dijatuhkan terhadap kedua terdakwa, hakim juga memerintahkan Jaksa Irene Ulfa, dari Kejari Tanjung Perak untuk membebaskan keduanya dari Rumah Tahanan (rutan) Medaeng, dan untuk direhab ke RS DR Soetomo Surabaya.

Atas putusan tersebut, terdakwa dan kuasa hukumnya Adi Gunawan menerimanya. Tidak dengan Jaksa Irene Ulfa, yang menuntutnya dengan 6 tahun penjara, kala itu memilih banding.

Usai sidang, dikonfirmasi suarahukum.com, Hakim Sigit Sutriono beralasan putusan tersebut sangat beda dengan Jaksa, karena sesuai bukti yang di pegangnya. Biarkan saja jaksa berbeda dengan saya, yang penting saya tidak menyimpang dari berkas jaksa yang diberikan pada saya. Dan syarat yang bisa direhab itu pada semma nomor 4 tahun 2010, dalihnya.


Dijelaskan dalam dakwaan, Kedua terdakwa ini ditangkap anggota Unit Reskrim Polsek Pabean Cantikan, setelah sebelumnya menangkap Rully Kristiawan (berkas terpisah), pada 28 Juni 2016 lalu atas perkara kepemilikan Narkoba jenis sabu.

Kedua terdakwa ditangkap, setelah petugas terlebih dahulu melakukan penangkapan terhadap Rully Kristiwan, dimana petugas saat melakukan penangkapan dan penggeledahan menemukan barang bukti sabu 0,5 gram yang disimpan di celana dalamnya.

Kepada petugas, Rully mengakui bahwa barang haram tersebut, milik Galih Wira Bumi yang memintanya untuk membelikan sabu dan memberikan uang melalui transfers ke rekeningnya. Wakil Ketua DPC Gerindra Surabaya tercatat 2015 lalu mentansfer uang Rp 400 ribu untuk dicarikan sabu. Rencananya akan dipakai bersama Bramantyo, namun setelah beli dan melintas di Jl Kenjeran, keburu ditangkap polisi, saat di introgasi Rully mengaku mereka janjian ketemu di sebuah warung Jl Karang Asem.

Dalam dakwaan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Irene Ulfa, dari Kejari Tanjung Perak, Surabaya, mendakwa kedua terdakwa dengan Pasal 114 ayat 1 Jo Pasal 132 ayat 1, UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (Am)

Jaksa Persoalkan Vonis Bebas Advokat Yudi Wibowo Sukinto
Oknum Polsek Kenjeran & Polda Jatim Rampas Surat Mobil Kreditan