Dituntut 3 Tahun, Pengedar 195 Pil Koplo Diputus 1 Tahun

Dituntut 3 Tahun, Pengedar 195 Pil Koplo Diputus 1 Tahun

suarahukum.com - Dwi Aprianti warga Jl Simo Pomangan II Surabaya, adalah terdakwa peredaran 195 butir Pil Koplo ini. Perempuan 31 tahun ini, oleh Jaksa Sulton hanya dituntut 3 tahun. Gayung sambut, Dwi oleh Ketua Majelis Hakim diputuskan dengan hukuman 1 tahun penjara.

"Menjatuhkan hukuman selama 1 tahun penjara, denda Rp 300 juta subsieder 2 bulan Penjara, terhadap terdakwa Dwi Aprianti," ujar hakim, saat sidang berlangsung diruang Garuda di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (20/10/2017).

Anehnya, meskipun putusan hakim tersebut terbilang sangat ringan, Jaksa dari Kejari Tanjung Perak, Surabaya, bukan nyatakan banding tapi hanya menyatakan pikir-pikir. "Pikir-pikir pak hakim,"singkat Jaksa Sulton.

Untuk diketahui, dalam berkas dakwaan, terdakwa Dwi Aprianti ditangkap Polsek Krembangan, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya karena kepemilikan 195 butir Pil koplo. Terdakwa mengakui, pil koplo didapat dari bandar Nur Malik (DPO). Terdakwa membeli bukan hanya untuk pemakaiannya sendiri, melainkan untuk dijual lagi.

Akibat perbuatannya terdakwa, didakwa dengan pasal 197 Undang-Undang R I No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang kesehatan. (Am)

Penadah Limbah PT Unilever Kemana?
Buns & Booze Jual Miras Impor tak Berizin