Disebut Bayar Rp 4 Juta, Yunus Dilepas Polsek Simokerto

Disebut Bayar Rp 4 Juta, Yunus Dilepas Polsek Simokerto

suarahukum. com - Yunus, pemuda 24 tahun asal Tanah Merah, Bangkalan, Madura yang ngekos di kawasan Donokerto gang C Surabaya ditangkap warga Donorejo Gang 3 Surabaya. Penangkapan dilakukan lantaran Yunus merupakan terduga pelaku pencurian yang berkeliaran diatas genteng rumah warga.

Yasa (54), penghuni kos-kosan Donorejo Gg 3 Surabaya pada wartawan mengaku kaget mendengar suara keras disebelah kos. “Saya tadinya tidur, dan kaget ada orang jatuh dari asbes (atas kos) dan lari menjebol kos-kosan sebelah,” akunya, diamini warga lain.

Tak heran, mengetahui hal tersebut warga langsung melakukan pencarian. Sekitar satu jam lamanya, meski Yunus sembunyi diatas genteng rumah warga, namun dapat ditemukan. Mengetahui hal tersebut, warga langsung meneriaki maling. “Teriakan warga terdengar sampai gang sebelah (Donorejo Gang 4),” jelas pria yang mengaku bernama Yanto.

Saat ditangkap, Yunus kemudian dimassa warga secara bergantian hingga berdarah-darah. Beruntung aksi brutal warga dapat dicegah Polsek Simokerto, Polrestabes Surabaya. Terduga maling langsung diseret pihak Kepolisian untuk ditindak lanjuti.

"Kita bawa ke polsek untuk pemeriksaan," ujar Kapolsek Simokerto, Kompol Masdawati Saragih SH, MH, saat dilokasi langsung atas laporan warga.

Namun sayang, malam hari ditangkap warga, siangnya tanpa olah TKP ataupun gelar perkara, pelaku dilepas Polsek Simokerto. Kompol Masdawati Saragih, tidak dapat ditemui. Sementara, Kanit Reskrim Polsek Simokerto Porestabes Surabaya, Iptu Suwono tak membantah sudah melepas Yunus, terduga spesialis pencuri yang merayap diatas genteng warga. Menurutnya, palaku yang ditangkap warga dilepas karena tidak ada bukti.

“Karena tidak melakukan tindakan pidana dan tidak ada yang dirugikan, sehingga kami tidak bisa memproses,” dalih Iptu Suwono.

Pelepasan Yunus, menurutnya sudah dikoordinasikan pada warga melalui RT ataupun RW wilayah Donorejo Surabaya. “Sudah melalui proses pemeriksaan saksi-saksi baik dari warga maupun aparat RT/RW setempat,” kilah Iptu Suwono.

Saat dsebut-sebut beberapa warga lepasnya terduga maling tidaklah gratis melainkan ada kompensasi uang Rp 4 juta yang diberikan keluarga pada oknum Polsek Simokerto, hal tersebut dibantah oleh Iptu Suwono. “Itu tidak benar mas,” bantahnya. (Am)

Jaksa Kejati Jatim Palak Tenaga Honorer Wisata Religi Jolotundo
Guru Ngaji Cabul Dituntut Berbeda