Direktur PT Barokah Inti Utama Surabaya Ditangkap Polisi

Jual Tanah Bermasalah

Direktur PT Barokah Inti Utama Surabaya Ditangkap Polisi

suarahukum.com - Polrestabes Surabaya ungkap mafia penjualan tanah di wilayah Gunung Anyar Surabaya, dan satu penjualnya atau bos pengapling diamankan.

Pelaku mafia tanah yang diamankan yaitu Eddy Sumartono (55) warga Jalan Masjid Medokan Kampung, Rungkut Surabaya. Di PT. Barokah Inti Utama Surabaya, Eddy selaku Direktur.

Penangkapan pelaku dilakukan setelah beberapa korban melaporkan kepihak kepolisian jika tanah yang dibeli dari mafia berbentuk kaplingan bermasalah dan diketahui milik orang lain yang dijual oleh pelaku.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan melalui Kompol Kompol Edy Herwiyanto, Wakasat Reskrim mengatakan, tersangka selaku Direktur PT. Barokah Inti Utama ini menawarkan tanah kavling kepada para pembeli.

"Setelah para pembeli tertarik maka pembeli melakukan pembayaran dengan cara transfer ke rekening tersangka sampai dengan lunas. Namun, diketahui para pembeli tidak bisa menguasai tanah kavling tersebut karena status tanah kavling yang dijual masih milik orang lain," kata Kompol Edy Herwiyanto, Senin (22/11/2021) pada rilisnya.

Ternyata tanah yang di kavling itu adalah tanah milik orang lain yang sejak tahun 1976 sudah meninggal. "Saat ini yang melapor ada 7 (tujuh) orang korban dan mewakili korban lain. Korban juga ada yang anggota TNI. Pelaku ini, dilokasi itu memiliki jumlah tanah kavling yang dijual berdasarkan site plane sebanyak 223 kavling," tambahnya.

Menurutnya, jika tanah kavling semuanya terjual maka berpotensi kerugian sebesar puluhan miliar. "Potensi kerugiannya sebesar 223 x Rp. 100 juta= Rp. 22,3 miliar," pungkas Kompol Edy Herwiyanto.

Diketahui, dari 7 orang diantaranya MN, YA, NS, AT, MJ, AF dan IK total kerugian sebesar Rp. 1.667.372.000. Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa Komputer, Banner, Brosur, Site Plane, Rekening Koran dan beberapa bendel dokumen lainnya.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP tentang Penipuan atau Penggelapan, juga Pasal 3 dan 4 Undang Undang No. 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (Am)

Pengaruh Miras, Pria Asal Banyuwangi Coba Perkosa Istri Temannya
Eksekusi Perumahan di Galaxy Bumi Permai Sukolilo