Diputus 4 Tahun, JPU Larang Terdakwa Sabu Banding

Diputus 4 Tahun, JPU Larang Terdakwa Sabu Banding

suarahukum.com - Dihukum 4 tahun penjara soal sabu-sabu oleh Ketua Majelis Hakim Edi Prayitno, terdakwa Eka Rama Diansyah dicegah banding oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Samsu J Efendi Banu dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya.

"Menjatuhkan hukuman 4 tahun penjara, denda Rp 800 juta subsider 1 bulan kurungan," ujar Hakim Edi, diruang Sari 3 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (23/12/2019).

Mendengar putusan hakim, JPU Samsu dengan spontan mencegah terdakwa untuk banding. "Terima saja, jangan banding lho. Nanti tiba-tiba berkas banding muncul, saya yang pusing," ucap banding, mengarah ke terdakwa.

Menuruti kemauan JPU, akhirnya terdakwa menyatakan menerima. "Saya terima majelis," singkatnya.

Begitupun juga JPU menyatakan menerima, yang pada sidang sebelumnya menuntut hukuman 5 tahun penjara.

Diketahui, dalam dakwaan, terdakwa menghubungi Rafli Ramadhan alias Ambon (berkas terpisah) untuk membeli sabu paketan Rp 300 ribu. Ketika mereka berdua mengkonsumsi sabu, datanglah saksi Roni Christiawan (anggota Polri dari Polsek Dukuh Pakis Surabaya) dan teamnya.

Sehingga kemudian menangkap terdakwa di kamar Apartemen Puncak Permai. Pada saat dilakukan penggeledahan, ditemukan 1 poket sabu, 1 buah pipet kaca dan seperangkat alat hisap yang ditemukan diatas meja di kamar terdakwa.

Akibat perbuatannya, terdakwa didakwa Pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (Am)

Bandar Sabu Kiloan Dituntut Seumur Hidup
Bos Kosmetik Ilegal Jong lie Dihukum Percobaan