Dikonfirmasi Suap Rp 80 Juta, Jaksa Perak Kabur

(kiri) Jaksa Siska Christina (kanan) Matzuri

Dikonfirmasi Suap Rp 80 Juta, Jaksa Perak Kabur

suarahukum.com - Merasa ditipu dan diperas oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak, Surabaya Rp 80 juta, Matzuri keluarga terdakwa Fathur Rachman kepemilikan sabu kurang lebih 4 gram, protes didepan Kantor Kejari Tanjung Perak, Jl Kemayoran Baru No 1 Krembangan, Perak Surabaya, Jum'at (20/10/2017).

Protes tersebut, lantaran dianggap janji Jaksa, yang akan melakukan tuntutan 7 tahun penjara tidak terbukti. "Saya keluar uang Rp 80 juta, tapi (terdakwa) dituntut 8 tahun. Padahal sebelumnya dijanjikan tuntutan 7 tahun," kesal Matzuri dilampiaskan  pada wartawan.

Jaksa dimaksud Matzuri, tidak lain Jaksa Siska Christina. Uang diberikan jaksa melalui keluarganya berinsial AM. Disebut-sebut, Jaksa awalnya meminta Rp 100 juta dijanjikan tuntutan 7 tahun penjara dan vonis 4 tahun penjara. Karena tidak ada uang, AM menawarkan dengan Rp 80 juta. Akhirnya ada kesepakatan, dan disebut ada janji tuntutan 7 tahun penjara, vonis 5 tahun penjara.

Selanjutnya, Jum'at (18/8/3017) sekira pukul 09.00 Wib, AM menemui Jaksa Siska Christina untuk menyerahkan uang suap dikantor lantai 2 Kejari Tanjung Perak, Surabaya. Beberapa minggu kemudian, pada sidang yang beragenda putusan, fakta persidangannya tidak sesuai janji.

Bukannya dituntut 7 tahun penjara, Jaksa Siska Christina menuntutnya dengan 8 tahun penjara. Putusan tetap sama, yakni divonis 5 tahun penjara oleh Hakim Anne Rusiana, di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (28/9/2017).

Sementara, dikonfirmasi suarahukum.com atas tudingan suap Rp 80 juta, Jaksa Siska Christina ataupun Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Perak Surabaya Anggara Suryanagara, disebut Hadi salah satu penjaga kantor kejaksaan tidak ada diruang kerja. "Kasipidum sama Jaksa Siska keluar dari tadi pagi. Ada urusan diluar," katanya.

Namun sayang, pernyataan Hadi, tidak sesuai dengan ucapannya. Tidak lama kemudian, terlihat Anggara Suryanagara dan Siska Christina keluar dengan terburu-buru menaiki mobil berwarna putih, diduga sengaja menghindari pertanyaan wartawan.

Diketahui dalam dakwaan, terdakwa Fathur Rachman saat akan menjual sabu ditangkap polisi. Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan barang bukti sabu 1,94 gram terbungkus rokok.

Selanjutnya petugas membawa terdakwa ke rumahnya, dan ditemukan sabu terbungkus rokok masing-masing 0,46 gram dan 1,60 gram. Pada polisi, terdakwa mengaku sabu didapat dari buronan Amin.

Atas perbuatan terdakwa didakwa Pasal 114 ayat 1 UU.No35 Tahun 2014 tentang Narkotika.(Am)

Buns & Booze Jual Miras Impor tak Berizin
Buronan Limbah Polsek Tenggilis Mejoyo Belum Ditangkap