Dihukum 2 Tahun, Slamet Copet Protes

Dihukum 2 Tahun, Slamet Copet Protes

suarahukum.com - Slamet, pekerja polisi cepek di daerah Patung Gedangan Sidoarjo diadii diruang Kartika 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, pada Selasa (8/5/2018). Karena ulahnya, Jaksa Ni Made Sri Astri Utami pengganti Jaksa Hasanuddin Tandilolo menuntutnya 3 tahun penjara, namun oleh Ketua Majelis Hakim Yulisar, Slamet divonis 2 hukuman tahun penjara.

"Anda dituntut 3 tahun penjara, karena melakukan pencurian dan kekerasan. Kamu diputus 2 tahun penjara dan dipotong masa tahanan," ujar hakim Yulisar, pada terdakwa, Selasa (8/5/2018).

Mendengar putusan tersebut, Slamet pun protes. " Saya mengaku bersalah. Tapi saya tidak melakukan kekerasan yang mulia, saya hanya ikut mencopet (mencuri) saja," batahnya.

Terdakwa Slamet juga protes lantaran temannya eksekutor, yang melakukan pencurian (copet) dihukum lebih ringan. "Yang mengambil kok dihukum 1 tahun, saya tidak ngambil kok berat yang mulia," protesnya lagi.

Karena banyak protes, hakim menyarankan agar terdakwa banding. "Kalau kamu engga terima boleh banding," pungkas Yulisar.

Untuk diketahui, dalam perkara No 540/Pid.B/2018/PN SBY, terdakwa pada tanggal 29 Nopember 2017 diajak M Samsul alias Sholeh mencopet dikawasan jalan Achmad Yani, JTV. Terdakwa dalam melakukan aksinya tidak sendirian, melainkan bersama buronan Heri dan Edi.

Namun, saat melintas dari Sidoarjo ke Surabaya, depan Bank BNI Jl Dukuh Menanggal terdakwa Samsul dan Heri melihat ada kerumunan Bonek. Samsul dan Heri lalu mengajak terdakwa turun dari kendaraan matiknya menghampiri kerumunan dan mencari mangsa.

Saat itu Samsul dan Heri meihat ada korban, Army Sutrianingsih Rasyid mengantongi handpone merek Samsung J2. Keduanya sepakat mengambil alih handpone tersebut. Peran pun dibagi, Samsul sebagai eksekutor, dan tugas terdakwa yakni, membayangi depan korban agar tidak bergerak dan apabila korban mau jalan terhalang.

Setelah Samsul berhasil mencopet, untuk menghilangkan jejak handpone yang dibawa Samsul berpindah tangan ke Heri, dan dioper ke Edi. Belum sempat pergi, aksi Samsul terpergok dan dimassa Bonek. Sedangkan Slamet, Heri dan Edi berhasil melarikan diri dengan memawa handpone senilai Rp 1.650. 000

Satu bulan kemudian, tanggal 12 Desember 2017 siang, terdakwa Slamet tertangkap di Patung Gedangan Sidoarjo. Akibat perbuatannya, terdakwa dijerat pasal 363 ayat (1), ke-4, KUHP. (Am)

Penipu Bensat Polres Pelabuhan Tanjung Perak Tertangkap
Gara-gara Anjing, Lukman Ladjoni Disidang