Diganjar 4,5 Tahun Penjara, Terdakwa Gorilla Banding

Diganjar 4,5 Tahun Penjara, Terdakwa Gorilla Banding

suarahukum.com - Erwin Ardiansyah dan Mughni Setiadi, terdakwa kasus kepemilikan narkotika jenis tembakau Gorilla diputus hukuman 4 tahun 6 bulan oleh Ketua Majelis Hakim Unggul Warso Mukti, Kamis (6/7/2018).

"Menjatuhkan hukuman 4 tahun 6 bulan penjara, dan dibebankan denda sebesar Rp 800 juta, dengan subsider 2 bulan kurungan terhadap masing-masing terdakwa," ujar Hakim Unggul, di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Mendengar putusan hakim, keduanya mengajukan upaya hukum banding, setelah berunding dengan kuasa hukumnya. "Kami banding majelis," singkat kedua terdakwa.

Putusan hakim tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Prakoso dari Kejari Surabaya, yang sebelumnya menuntut 7 tahun penjara.

Diketahui, Erwin dan Mughni ditangkap oleh anggota Satreskoba Polrestabes Surabaya di rumah masing-masing pada awal Maret lalu. Mughni terlebih dulu ditangkap dan mendapati sejumlah barang bukti diantaranya 10 poket tembakau Gorilla seberat 44,51 gram dan 5 poket tembakau kering yang disembunyikan di casing ponsel seberat 3,38 gram. Selain itu, dari tangan Mughni Polisi menyita sejumlah yang diduga hasil penjualan tembakau Gorilla itu.

Setelah Polisi melakukan pengembangan kasus ini. Erwin berhasil ditangkap di rumahnya. Polisi menemukan 4 poket tembakau Gorilla seberat 2 gram siap pakai. Barang bukti lainnya seperti alat isap dan bukti transaksi juga diamankan.

Erwin mengaku, ia beli tembakau itu dari Mughni. Keduanya merupakan seorang Mahasiswa di Perguruan Tinggi di Kota Surabaya.

Atas perbuatannya, kedua terdakwa didakwa Pasal 114 ayat 1 Undang-Undang RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (Am)

Albert Wijaya Direhabilitasi 1 Tahun, Jaksa Banding
Ngaku Fotografer Cabuli Model