Dianggap Gelapkan Uang, Bambang Poerniawan Dituntut 2 Tahun

Dianggap Gelapkan Uang, Bambang Poerniawan Dituntut 2 Tahun

suarahukum.com - Direktur PT Surabaya Country yakni Bambang Poerniawan (62) akhirnya dituntut 2 tahun penjara, oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darmawati Lahang dari Kejati Jatim, diruang Kartika 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (24/7/2018).

Selain menuntut hukuman 2 tahun penjara, Jaksa Darmawati juga menuntut agar terdakwa segera ditahan. "Menuntut terdakwa Bambang Poerniawan, dengan hukuman selama 2 tahun penjara. Dengan perintah segera ditahan," ujarnya, dipersidangan berlangsung.

Atas tuntutan tersebut Jaksa menilai terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan penggelapan sebagaimana tertuang dalam pasal 374 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan.

Dalam tuntutan JPU juga menjelaskan hal yang meringankan yakni terdakwa sopan selama persidangan, belum pernah dihukum dan terdakwa juga sudah menyiapkan BG untuk diberikan pada saksi Soesastro Soephomo sebesar Rp 300 juta dan saksi Syafii sebesar Rp 210 juta.

"Sedangkan yang memberatkan terdakwa tidak mengakui perbuatannya, dan perbuatan terdakwa merugikan korban," tambah JPU.

Sementara, usai sidang, saat ditemui Suarahukum.com terdakwa membantah kalo melakukan penggelapan, juga tidak menerima dengan tuntutan JPU.

"Uangnya masih ada, dan resmi masuk PT, apa yang digelapkan..!! Wong uangnya gak keluar sama sekali. Masak penggelapan. Kalo saya menggelapkan hukum mati saja, jangan nanggung-nanggung," bantahnya.

Perkara ini di sidangkan lantaran Bambang Poerniawan di laporkan atas tuduhan Penipuan dan penggelapan terhadap saham milik Susastro Soephomo dan Achmad Safi’i, dua orang pemilik saham di PT Surabaya Country di mana pihak direktur Surabaya Cauntri kurang transparan terhadap birokrasi maupun keuangan. (Am)

Humas Pengadilan: Debt Collector Dapat Dipidanakan
Sidang Perdana Kasus Sipoa