Dendam, Terdakwa Bulak Sari Bunuh Spion Polisi

Dendam, Terdakwa Bulak Sari Bunuh Spion Polisi

suarahukum.com - Karena dendam, seorang kuli bangunan Choirul Anwar (31) warga Bulak Sari 5, Semampir Surabaya diadili lantaran membunuh Soeprayitno (53). Dipersidangan dihadapan Majelis Hakim Slamet Riadi, terdakwa mengaku pernah dilaporkan oleh korban dalam kasus narkoba.

"Dia (korban) sebelumnya pakai sama saya majelis, dan alat dititipkan kos saya. Tidak lama saya digerebek polisi," aku terdakwa, diruang sidang Candra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (1/10/2019).

Menurut dakwaan, korban Soeprayitno mengajak Choirul Anwar menghisap sabu di desa Tambhin, Bangkalan, Januari 2019. Setelah menghisap sabu, korban menitip alat sabu (bong) di rumah kost terdakwa, selanjutnya setelah 1 bulan menghisap sabu, terdakwa ditangkap oleh Polisi Polsek Rungkut Surabaya, dan setelah dites urine hasilnya negatif.

Karena negatif, terdakwa kemudian dilepas. Selanjutnya pada hari Jumat tanggal 10 Mei 2019 sekira pukul 19.30 wib, terdakwa dengan sengaja membawa sebilah pisau penghabisan dari atas almari di dalam rumahnya.

Selanjutnya pisau tersebut ditaruh di dalam jok sepeda motor merk Yamaha Mio Soul warna puth biru nomor Polisi L-2581-SU dan terdakwa bersama Saksi Masyur (Kakak Terdakwa) berangkat dari rumah di Jalan Bulak Sari Semampir Surabaya, menuju ke rumah susun korban di daerah tanah merah Surabaya.

Setelah tiba di Rumah Susun Tanah Merah, bertemu dengan istri tua korban yang mengatakan tidak ada di rumah dan korban berada di rumah istri mudanya yang berada di Jalan Tanah Merah Gang 2 Surabaya.

Selanjutnya terdakwa dan saksi Masyur pergi ke warung kopi untuk beristirahat, kemudian selesai minum kopi di warung, keduanya langsung menuju ke Jl. Tanah Merah Gang I Surabaya, disaat itulah berhenti karena melihat korban sedang duduk di pojok Warung Giras Cat Hijau di Jalan Tanah Merah Gang I Surabaya, kemudian terdakwa mendatangai korban, sempat terjadi cek cok mulut, lalu terdakwa menuju sepeda motor mengambil pisau dari bawah jok motor, terdakwa berusaha menyerang. Namun dihalangi oleh Masyur sehingga pisau jatuh ke tanah.

Sempat mengambil lagi pisau yang terjatuh, dan terdakwa mengejar dan mencari korban dengan masuk ke Jalan Tanah Merah Gang II Surabaya. Setelah bertemu lagi dengan korban, terdakwa menghunus pisau ke arah korban. Namun sempat ditangkis dan memegang besi jemuran sambil mundur dan kaki korban terperosok ke selokan, dan pada saat itu terdakwa dengan menggunakan pisau menyabet dan mengenai lengan sebelah tangan kanan korban.

Setelah melukai korban, terdakwa dan Masyur menuju rumah Jl. Bulaksari Gang V No. 19 Surabaya, berhenti pada sebuah rumah kosong Jl. Bulaksari Gang IV Surabaya untuk membuang pisau tersebut ke dalam sumur kurang lebih 5 meter.

Atas perbuatan terdakwa, korban Soeprayitno meninggal dunia, dan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andhi Ginanjar dari Kejari Perak, Surabaya terdakwa dijerat Pasal 340 KUHP.(Am)

Bos Bengkel Velg Sidotopo Wetan Dipidana
Pembunuh Tukang AC Dituntut 10 Tahun Penjara