Danny Garibaldi Transfer Uang Penipuan ke Ibunya

Danny Garibaldi Transfer Uang Penipuan ke Ibunya

suarahukum.com - Danny Garibaldi bin Gito Hariyono (34) Warga Kertajaya Jaya Tengah 35 Blok 1-304 Surabaya, duduk dipesakitan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (27/2/2020). Pria 34 tahun ini disidang karena melakukan penipuan ratusan juta modus investasi.

Dalam persidangan yang beragenda dakwaan, oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Damang Anubowo dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, mendakwa terdakwa dengan Pasal 378 KUHPidana tentang penipuan.

"Terdakwa melakukan penipuan terhadap korban Aqva Angelita Octamoebata, dengan kerugian mencapai Rp 150 juta," ujar JPU Damang saat diruang Garuda PN Surabaya dengan Ketua Majelis Hakim Dwi Winarko.

Dijelaskan dalam dakwaan, pada Agustus 2017, korban Aqva Angelita Octamoebata melihat di facebook iklan penawaran trading Bitcoin milik Danny Garibaldi. Prospek trading tersebut, terlihat sangat menjanjikan. Saat itu terdakwa berjanji pada korban akan mendapatkan keuntungan 15 persen dari modal yang diberikan kepada terdakwa dengan janji modal yang disetorkan tidak akan hilang, serta dapat diambil sewaktu-waktu.

Karena omongan manis terdakwa, akhirnya korban tertarik dengan tawaran tersebut, korban kemudian bertemu dengan terdakwa Danny di Restaurant kawasan Jalan Tunjungan Surabaya.

Tahap pertama korban Aqva Angelita Octamoebata disuruh membuat account LUNO sebagai uang elektronik untuk memainkan trading Bitcoin.Lalu pada September 2017 sampai Oktober 2017, korban disuruh terdakwa Danny mentransfer dana sebesar Rp 39.152.208 melalui acount LUNO.

Setelah beberapa kali transfer via account LUNO, ternyata korban tidak pernah diberitahu oleh terdakwa Danny mengenai transaksi maupun keuntungannya. Saat di cek, ternyata account LUNO milik terdakwa Danny, pada tanggal 23 Juni 2017 untuk trading hanya ada Rp 2.099.999 dan pada tanggal 19 Agustus 2017 untuk trading LUNO sisa modalnya sesuai data di PT Indodex tidak ada.

Padahal terdakwa Danny pernah menerangkan pada korban Aqva, hingga akhir Desember 2017 telah mendapatkan keuntungan trading Bitcoin sebesar Rp 215.825.000.

Dan keuntungan tersebut tidak diberitahukan semuanya kepada korban. Keuntungan yang diterima oleh korban hanya Rp 5.146.500 pada 9 Nopember 2017 dan Rp 6.346.500 pada tanggal 5 Desember 2017.

Saat itu meskipun ditipu korban masih belum sadar, kemudian pada Desember 2017 hingga Februari 2018 diminta mentransfer dana lagi oleh terdakwa. Namun kali ini disuruh terdakwa tranfer ke nomor rekening atas nama ibunya, yakni Margaret Yvone Mambo sebesar Rp 150 juta.

Namun, uang yang seharusnya dibelikan uang virtual melalui LUNO maupun INDODEX tersebut, ternyata oleh terdakwa malah dipakai Rp 12.499.000 untuk membeli HP, yang Rp 20 juta ditransfer ke korban yang katanya sebagai keuntungan trading Bitcoin, lalu transfer ke Eka Nur Rp 40 juta bahkan transfer balik ke rekening Margaret Yvonne C Mambo senilai Rp 49 juta.

Namun setelah di cek dalam mutasi rekening bank BCA tidak ditemukan aliran pencairan keuntungan dari trading Bitcoin, sehingga dana yang ditransfer oleh terdakwa kepada korban Aqva adalah merupakan uang transferan dari Aqva Anggelita sendiri. (Am)

Hendra Rudiyanto Beli Sabu di Pasar Keputran
Pesta Sabu 2,35 Gram Warga Mojo Dihukum 3 Tahun