Dagangan Sepi, Pria asal Tuban Curi Uang Kotak Amal

Dagangan Sepi, Pria asal Tuban Curi Uang Kotak Amal

suarahukum.com - Mukhamad Miftakhul Ghofur (26) tertunduk saat disidang oleh Ketua Majelis Hakim Yulisar diruang sidang Kartika 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (2/1/2019). Pria asal Tuban didakwa karena sudah mencuri kotak amal di masjid Nurul Huda Jl Siwalankerto Surabaya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pompy Polansky dari Kejari Surabaya, dalam sidang menghadirkan saksi Agus Suprayogi yaitu takmir masjid yang saat itu mengetahui perbuatan terdakwa.

"Yang saya tahu, waktu itu hanya ada dia pak hakim. Kotak amal yang mau saya cek, ternyata gemboknya rusak. Ketika kita tanya memang dia yang mengambil uang dalam kotak amal itu," terang saksi Agus dipersidangan.

Dari keterangan saksi tersebut terdakwa membenarkannya. "Benar pak hakim," akunya singkat.

Terdakwa Mukhamad Miftakhul Huda sendiri sehari-hari bekerja sebagai pedagang berniat untuk istirahat di Masjid Nurul Huda Jalan Siwalankerto Surabaya. Karena dagangan sepi, terdakwa mempunyai rencana untuk melakukan pencurian kotak amal masjid.

Kesempatan suasana sepi, membuat terdakwa merasa aman melakukan aksinya. Terdakwa langsung membawa kotak amal tersebut ke dalam kamar mandi, untuk kemudian gembok kotak dicongkel dengan menggunakan obeng yang di bawanya.

Setelah berhasil mengambil uang di dalam kotak amal sebesar Rp 210.300, kotak amal dikembalikan pada tempat awalnya.

Namun ketika saksi Agus dan ketua RT yaitu Yatno, saat melakukan pengecekan ke kotak amal tersebut, mendapati gembok telah rusak. Ketika di tanyakan kepada terdakwa yang berada di tempat kejadian, ternyata di akui bahwa terdakwa yang mengambil.

Atas kejadian tersebut terdakwa digelandang ke Polsek Wonocolo untuk di tindak lanjuti dan dijerat Pasal 363 ayat (1) ke-5 KUHP tentang Pencurian. (Am)

Pemilik Sabu 1 Kg, WNA Vietnam Dihukum 15 Tahun
Kejati Jatim Terima Berkas Ahmad Dhani Prasetyo