Candra Sipoa: Alibi JPU Manisfestasi Kebohongan

Candra Sipoa: Alibi JPU Manisfestasi Kebohongan

suarahukum.com - Terdakwa Budi Santoso dan Klemens Sukarno Candra menolak Replik Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menyebutkan bahwa keterangan 15 saksi a charge yang tidak pernah datang dipersidangan. Sebagai fakta persidangan dalam Surat Tuntutan, merupakan sekadar peristiwa salah pengetikan yang dianggap tidak ada ada kesengajaan.

"Menurut JPU merupakan salah pengetikan yang tidak disengaja ter-copy paste. Alibi JPU merupakan manisfestasi apa yang dimaksud satu kebohongan akan melahirkan kebohongan-kebohongan baru,” ujar Klemens Sukarno Candra dalam pembacaan Duplik di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (31/1/2019).

Terdakwa Klemens Sukarno Candra, juga menambahkan bahwa fakta dalam merumuskan Surat Tuntutan hingga dibacakan pada tangal 6 Desember 2018, JPU membutuhkan waktu 35 hari.

Dengan kurun waktu yang demikian lama tersebut, dalam logika yang sangat sederhana, JPU memiliki waktu yang lebih dari cukup untuk memperbaiki materi Surat Tuntutan manakala terdapat kekeliruan pengetikan (wrong typing). JPU menyebut kekeliruan pengetikan dalam Bahasa Inggris sebagai critical error. “Kami tak paham apakah kata critical error itu JPU juga salah pengetikan?“ tambahnya.

Dan kekeliruan pengetikan itu menurutnya, lazim terjadi hanya pada satu ada dua suku kata, dan tidak berpengaruh terhadap substansi pendapat yang dikemukakan. Dalam konteks ini kekeliruan pengetikan terjadi berulang hingga sebanyak 15 kali, dampaknya berpengaruh secara substansial terhadap pendapat hukum yang dikemukakan JPU dengan sangat mendasar.

Seharusnya keterangan 15 orang saksi tersebut tidak dapat menjadi fakta persidangan. Namun telah termanipulasi sebagai fakta persidangan, setidaknya telah menjadi pertimbangan Jampidum merumuskan tuntutan.

“Kami selaku terdakwa prihatin dan menjadi pihak yang paling dirugikan oleh perbuatan Jaksa Penuntut Umum. Akibatnya perbuatan JPU yang mendalihkan hanya kesalahan pengetikan yang tidak disengaja itu telah mengakibatkan Jaksa Agung Muda Pidana Umum, Dr Noor Rochmad, SH, MH terkelabui, sehingga memutuskan besarnya tuntutan terhadap terdakwa Budi Santoso dan Klemens Sukarno Candra selama 4 tahun penjara,” tambah Klemens Sukarno Candra. (Am)

Error
Kajari Minta Penahanan Ahmad Dhani Dipindah Surabaya