Camat Genteng Ancam Razia Penjual Kopi, Penjual Miras Dibiarkan

Camat Genteng Ancam Razia Penjual Kopi, Penjual Miras Dibiarkan

suarahukum.com - Upaya menegakkan Perda Kota Surabaya, khususnya wilayah Kecamatan Genteng Pemkot Surabaya patut dipertanyakan. Pasalnya, Camat Genteng lebih memilih mengancam pembongkaran 1 (satu) Pedagang Kaki Lima (PKL) dari pada menertibkan Rumah Hiburan Umum (RHU) yang melanggar peraturan perundangan-undangan.

Camat Genteng, Drs. Mahmud Sariadji, M.Si, dalam suratnya Nomor 300/644/4.36/9.7/2018 menyebut, satu PKL binaan Gerakan Putra Daerah (GPD) yang berdiri dibawa jembatan Gubeng Pojok Surabaya dianggap melanggar Perda No 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Penertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat.

Pernyataan Camat Genteng dalam surat edarannya bersifat penting terkesan tebang pilih menertibkan Perda Surabaya. "Kok satu PKL yang cuma jual kopi diancam penertiban. Yang jual minuman beralkohol atau minuman keras (miras) dan penyedia Purel (Ladies Escort) malah dipelihara," tegas juru bicara GPD, Cak Wanto, Sabtu (13/10/2018).

Menurut Cak Wanto, sebagai pelayan masyarakat seharusnya Camat Genteng taat dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 125 tahun 2012 tentang Koordinasi Penataan Dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima. "Bukannya memberikan solusi relokasi, malah mengancam satu pedagang," keluhnya.

Cak Wanto curiga satu PKL binaan bongkar pasang tanpa tenda yang diancam Camat Genteng merupakan pesanan orang licik yang sengaja mematikan mata pencaharian pedagang binaan. 

"Saya menilai Camat Genteng baraninya sama pedagang kecil. Apa dia (Mahmud Sariadji) takut jabatan empuknya dibeli dengan pengusaha hiburan malam yang jelas melanggar Peraturan," beber Cak Wanto.

Terdata suarahukum.com, hiburan malam yang terindikasi melanggar Perda Kota Surabaya diantaranya, Sambung Urip (SO) Kayoon, Suka-suka Kayoon, Makasar Kayoon, Deluxe, King Ball Karaoke, Diskotik Kwoolon, Rasa Sayang Garuda, Toko Obat Ban Seng Tong, Toko Kalianyar penjual miras, Gun Cukrik Kapasari. (Am)

Mahasiswa Pencuri HP Saudara Terancam Gagal Wisuda
Polda Jatim Dianggap Tidak Mampu Tangani Calo Bintara Polri