Calo Dispendukcapil Surabaya Dipenjara

Calo Dispendukcapil Surabaya Dipenjara

suarahukum.com - Sidang lanjutan dengan terdakwa Winarto Gunawan warga Kali Anyar Kulon Surabaya, terkait pemalsuan buku nikah dengan agenda keterangan saksi dan pemeriksaan terdakwa dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Johannes di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Dalam Keterang saksi kepolisian mengatakan pada awalanya ada informasi terkait pembuatan KTP palsu secara sistematis. "Kami menangkap Silvi pada 14 Oktober 2019, setelah digeledah ditemukan 2 buku nikah palsu.Dari keterangan Silvi buku nikah tersebut dipesan dari terdakwa Winarto dengan harga Rp 1,5 juta," katanya di Ruang Garuda 2 PN Surabaya..

Menurut terdakwa Silvi (berkas terpisah), bahwa terkait KTP pembuatan di bantu petugas kelurahan bernama Harianto. "Pada saat itu data KTP saya sendiri yang dipakai dan untuk buku nikah tersebut dipesan dari Reza yang minta tolong kepada saya karena buku nikah dibakar oleh oleh mertuanya. Sehingga saya merasa kasian kemudian ada dari teman di Dispendukcapil bisa pak Winarko bisa membuatkan," ujarnya.

Kemudian Majelis Hakim mempertanya siap yang buat blanko buku nikah tersebut dan ketemu dimana dengan pemesan buku nikah (Reza). "Saya ketemu di Mall Siola dan saya cuma memberikan data ke terdakwa Winarto dengan harga Rp 1,5 juta," tambah saksi Silvi.

Kemudian Saksi dari KUA yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yusuf Akbar dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya menyebut, buku nikah palsu itu berisi, pada Hari Selasa Tanggal 12 Agustus 2014, telah dilangsungkan akad nikah seorang laki-laki bernama Reza Rama Asmara Bin Mochamad Irfak, Dengan seorang wanita Tata Praditya Binti Soeradi.

"Yang pada intinya bahwa KUA tidak pernah menerbitkan dua buku nikah atas nama tersebut," kata JPU Yusuf Akbar.

Terkait keterangan para saksi Terdakwa Winarto tidak membantah kemudian oleh majelis hakim dilanjutkan dengan pemeriksaan terdakwa.

Sementara, Winarto Gunawan mengaku, mendapat untung dari pembuatan buku nikah palsu. "Iya mendapatkan keuntungan Rp 250 ribu," akunya.

Atas Perbuatannya JPU mendakwa terdakwa dengan Pasal 94 UU RI No 24 tahun 2013 atas perubahan UU No 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.

Sementara, penasehat hukum terdakwa mengatakan, kliennya tidak membuat buku nikah palsu, tapi yang membuat itu Gunawan (DPO) warga Jalan Kupang Krajan Gang 2 Surabaya. "Memang benar ada peristiwa hukum disini, tapi sebagai catatan bahwa harusnya ada sosialisasi bahwa apabila buku nikah rusak bisa lagi diterbitkan lagi di KUA, tapi sayangnya kurang informasi sehingga masyarakat datang di Dispendukcapil Surabaya," pungkas Rizal kepada Potrerkota.com selepas sidang. (Tok)

Ody Sundawa Tawuran Bawa Clurit
JPU Ugik Ramantyo Sidang Tipiring Kasus Pencurian