Buronan Limbah Polsek Tenggilis Mejoyo Belum Ditangkap

Buronan Limbah Polsek Tenggilis Mejoyo Belum Ditangkap

suarahukum.com - Rita Dwi Priyantini, bos PT Ori Bintang Jaya penadah limbah PT Unilever Tbk cabang Surabaya, belum juga ditangkap Polsek Tenggilis Mejoyo Polrestabes Surabaya. Entah kenapa?

Ditemui suarahukum.com Kapolsek Tenggilis Mejoyo, Kompol Drs. Eko Soedjarwo, melalui Kanit Reskrim Puguh Suhardhono, S.pd mengaku belum mampu menangkapnya. "Masih buronan," katanya.

Pernyataan Puguh terkesan aneh, seperti malas mencari buronan, padahal sudah setahun lebih. Rita sendiri disebut-sebut narasumber pernah diperiksa di Polsek Tenggilis Mejoyo, Polrestabes Surabaya. "Pernah dilakukan pemeriksaan, tapi kasusnya engga tau kemana?" tutur sumber suarahukum.com, Senin (23/10/2017).

Sementara, Ketua Majelis Hakim Pujo pun mengatakan demikian. "Sampai sekarang saksi sama sekali belum pernah hadir. Sudah saya kordinasikan sama Jaksa dan kepolisian untuk menghadirkan saksi Rita. Namun belum ketemu susah dicarinya," kata hakim Pujo, pada suarahukum.com diruangannya.

Selain itu, hakim Pujo juga beranggapkan bahwa saksi terlibat sebagai penadahnya. "Mungkin dia takut, kan dia penadah limbahnya," tambahnya.

Seperti dalam dakwaan perkara No 1474/Pid.B/2017/PN SBY, buronan internal Polsek Tenggilis Mejoyo terseret kasus penggelapan limbah penjualan Scrap (Low Grade Scrap Soap), senilai Rp 121.123.200. Kasus ini melibatkan Manufacturing Manager PT Unilever Tbk cabang Surabaya Rony Setiawan dan bagian Administrasi Mustofa. Atas perbuatannya, Rony Setiawan dan Mustofa dijerat Pasal 374 juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP tentang Penggelapan Dalam Jabatan. (Am)

Dikonfirmasi Suap Rp 80 Juta, Jaksa Perak Kabur
Tuliskan Fuck You, Mantan Pegawai PT SBSA Disidang