Buronan Korupsi Lapindo Dihukum 4 Tahun 4 Bulan

Buronan Korupsi Lapindo Dihukum 4 Tahun 4 Bulan

suarahukum.com -  Mantan Kepala Desa Gempolsari Ahmad Lukman (47) dan Mantan Wakil Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Gempolsari Abdul Karim Amrulloh (60), terdakwa kasus korupsi pemalsuan sertifikat tanah Masjid dengan mengubah hak milik tanah menjadi milik perorangan, di Tanggulangin, Sidoarjo, oleh Ketua Majelis Hakim Tahsin hanya divonis 4 Tahun 4 Bulan.

Mengadili Ahmad Lukman dan Abdul Karim dengan hukuman pidana selama 4 tahun 4 bulan dengan denda Rp 200 juta subsider 2 bulan, dan diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 90 juta subsider 1 tahun 3 bulan, ucap Hakim Tahsin, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Jumat (23/12/2012).

Putusan ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum Guruh dari Kejari Sidoarjo, yang sebelumnya menuntut kedua terdakwa dengan hukuman 6,5 tahun penjara.

Tuntutan tersebut diberikan lantaran, Jaksa menganggap kedua terdakwa terbukti merugikan keuangan negara Rp 3,2 miliar, dan melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 3 Jo Pasal 18 UU RI Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) Ke 1 KUHP.

Untuk diketahui, dalam dakwaan dijelaskan, perkara ini terjadi pada tahun 2013 lalu. Keduanya, dianggap merekayasa dokumen atas tanah masjid Al Istiqomah yang luasnya sekitar 3,2 hektar, menjadi tanah pribadi agar mendapat ganti rugi dari Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) sekitar Rp 3,2 miliar. Tanah tersebut diatas namakan Takmir masjid Al Istiqomah, Marsali dan sudah di vonis 1 tahun penjara, Abdul Haris, dan mantan Kades Abdul Haris, yang dianggap terlibat, sudah di vonis 1 tahun 4 bulan penjara. (eR)

Penipu Miliaran di Vonis Bebas
Polisi, Jaksa & Hakim Tidak Kompak Menyoal Kendaraan Selundupan